UMRI Luncurkan Program Mahasiswa Berdampak 2026, Fokus pada Ketahanan Pangan Pascabencana
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) meluncurkan Program Mahasiswa Berdampak 2026 yang didanai oleh Diktisaintek, sebagai bentuk respons konkret terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan pascabencana.
Program ini mengusung tema “Strategi Pemulihan Ketahanan Pangan Pascabencana Melalui Hortikultura dan Hidroponik di Pekarangan Rumah,” yang melibatkan sekitar 50 mahasiswa lintas disiplin ilmu.
Rektor UMRI, Dr. Saidul Amin, MA., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa.
“Program Mahasiswa Berdampak ini bertujuan menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan masyarakat. Mahasiswa tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Mereka harus menjadi generasi yang peduli dan mampu memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa mahasiswa didorong untuk mengaplikasikan ilmu sesuai bidangnya guna menjawab tantangan nyata di lapangan.
“Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk memberikan solusi atas dampak bencana sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing,” tambah Dr. Saidul.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRI, Dr. Aidil Haris, SSos., MSi., menjelaskan bahwa program ini memiliki tujuan strategis dalam pemberdayaan masyarakat.
“Program Mahasiswa Berdampak dirancang sebagai upaya pemberdayaan dan pemulihan masyarakat pascabencana, sekaligus menjadi wadah implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi kampus secara langsung di tengah masyarakat,” jelasnya.
Program yang diketuai oleh Desti Mualfah, S.Kom., M.Kom. ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pertanian, tetapi juga melibatkan UKM Paduan Suara Svara Gita UMRI untuk penguatan aspek sosial dan budaya.
Selama ini, Program Mahasiswa Berdampak UMRI telah banyak difokuskan pada wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem.
Melalui program ini, UMRI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan dan pemulihan pascabencana, sekaligus membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan yang solutif dan inovatif di tengah masyarakat.