UMRI Siapkan Santunan 1.500 Dhuafa dan Kajian Zuhur Selama Ramadan 1447 H

UMRI Siapkan Santunan 1.500 Dhuafa dan Kajian Zuhur Selama Ramadan 1447 H
Sosialisasi persiapan Ramadan UMRI, Kamis (12/2/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Bulan suci kian terasa di ambang pintu. Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) tak hanya menyambutnya dengan takbiran, tapi juga aksi nyata. Kampus ini menyiapkan 1.500 paket santunan untuk dhuafa dan fakir miskin serta kajian tematik rutin setiap zuhur selama Ramadan 1447 H.

Agenda itu diumumkan Wakil Rektor III UMRI, Jufrizal Syahri, di sela sosialisasi persiapan Ramadan di lingkungan kampus, Kamis (12/2/2026).

“Ramadan kali ini diharapkan lebih berdampak ke masyarakat sekitar dengan memberikan 1.500 santunan ke dhuafa dan fakir miskin. Kajian tematik menjelang salat zuhur di masjid kampus selama bulan Ramadan dan dapat diikuti masyarakat umum,” ungkapnya.

Langkah UMRI menguatkan komitmen kampus yang tak hanya mengelola agenda ibadah internal, tetapi juga membuka diri bagi warga sekitar. Berbagai perlombaan juga digelar, mulai dari lomba Al-Islam Kemuhammadiyahan hingga Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) mahasiswa tingkat internasional.

Di sisi lain, kepastian waktu ibadah telah lebih dulu ditetapkan secara nasional. Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, dan 1 Syawal bertepatan dengan Jumat, 20 Maret 2026 . Iduladha ditetapkan pada Rabu, 27 Mei 2026 .

Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dengan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)—perhitungan astronomi yang menetapkan awal bulan Hijriah saat bulan berada di atas ufuk meski tidak terlihat.

Menanggapi potensi perbedaan dengan metode rukyat pemerintah dan ormas lain, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau, Imron Rosyadi, menegaskan bahwa perbedaan hisab bukanlah pangkal perpecahan.

“Kami warga Muhammadiyah meyakini apa yang sudah menjadi ketetapan. Jika nantinya ada yang berbeda, sebagai umat dapat menghormati dan tidak dijadikan alat perpecahan. Harapannya Ramadan tahun ini kita bisa sama dengan hisab dari pemerintah nantinya,” tegas Imron.

Pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat pada 17 Februari 2026 dan diperkirakan menetapkan 1 Ramadan pada 19 Februari 2026 berdasarkan metode hilal lokal .

PWM Riau telah memastikan diri mematuhi keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, sembari terus merawat harmoni di tengah keberagaman metode penetapan ibadah.