UMS Gelar Penyuluhan Kesehatan untuk Tekan Angka Stunting di Desa Mancasan Sukoharjo

UMS Gelar Penyuluhan Kesehatan untuk Tekan Angka Stunting di Desa Mancasan Sukoharjo
UMS menggelar penyuluhan kesehatan untuk menekan angka stunting atau tengkes di Desa Mancasan, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Kamis (13/6). Foto: ums.ac.id.

TVMU.TV - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar penyuluhan kesehatan untuk menekan angka stunting atau tengkes di Desa Mancasan, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Kamis (13/6). 

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Mancasan itu melibatkan para ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader posyandu, dan para orang tua agar lebih memahami pentingnya perbaikan gizi pada anak.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMS, Tiara Fatmarizka menyampaikan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Hal tersebut menjadi perhatian utama di Desa Mancasan. 

Selain berdampak pada pertumbuhan fisik anak, lanjut dia, stunting juga menghambat perkembangan kognitif dan produktivitas anak di masa depan.

“Dengan angka stunting yang tinggi, kami melihat Desa Mancasan membutuhkan solusi nyata dan berkelanjutan,” kata Tiara seperti dikutip tvMu dari ums.ac.id, Senin (8/7).

Melalui penyuluhan ini, Tiara menyebutkan tim pengabdian masyarakat UMS berupaya memberikan pengetahuan tentang pentingnya gizi seimbang dan dampak ekonomi jangka panjang dari stunting.

Sementara itu, Ketua PKK Desa Mancasan Budi menekankan pentingnya acara penyuluhan mengenai stunting. Menurutnya, acara ini membantu warga desa memahami stunting sekaligus menemukan solusinya.

“Kami berharap dengan pengetahuan yang lebih baik, para orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah stunting pada anak-anak mereka,” ucapnya.

Sekedar informasi, pengabdian masyarakat ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dari tiga program studi di UMS, yaitu  Fisioterapi, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, dan Akuntansi. Kolaborasi tersebut memungkinkan pendekatan yang komprehensif untuk menangani masalah stunting.

Para ahli dari prodi Fisioterapi memberikan panduan tentang aktivitas fisik yang dapat mendukung pertumbuhan anak-anak. Sedangkan tim dari Pendidikan Guru PAUD berfokus pada pentingnya stimulasi dini untuk perkembangan kognitif anak.

Dari sisi ekonomi, para dosen dan mahasiswa Akuntansi memberikan wawasan tentang bagaimana keluarga dapat mengelola keuangan mereka untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan potensi kerugian ekonomi terhadap keluarga apabila terdapat balita stunting di keluarganya.

VIDEO: Update News tvMu Stasiun Jawa Tengah