UMP Perkuat Kemitraan dengan Desa Sasaran PPK Ormawa 2026

UMP Perkuat Kemitraan dengan Desa Sasaran PPK Ormawa 2026
UMP memperkuat keberlanjutan PPK Ormawa 2026 melalui penandatanganan MoU dengan pemerintah desa sasaran di Kampus 1 UMP, Jumat (4/9/2026). Foto: UMP.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memperkuat keberlanjutan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah desa sasaran.

Penandatanganan MoU berlangsung di Kampus 1 UMP, Jumat (4/9/2026). Kerja sama ini diarahkan agar program pemberdayaan masyarakat yang dirancang dan dijalankan mahasiswa tidak berhenti ketika masa pendanaan berakhir, tetapi dapat dilanjutkan dan dikembangkan bersama masyarakat desa.

Program PPK Ormawa sendiri merupakan program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan melalui pembinaan perguruan tinggi yang diimplementasikan dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). 

Wakil Rektor Bidang III UMP, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., mengatakan keberlanjutan menjadi salah satu hal penting yang perlu dipastikan setelah mahasiswa menyelesaikan rangkaian program di desa.

“Harapan kami, program yang telah dirintis oleh teman-teman mahasiswa ini tidak berhenti ketika program PPK Ormawa selesai. Justru setelah ini harus ada keberlanjutan, sehingga apa yang sudah dibangun bersama masyarakat benar-benar memberikan dampak dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Menurut Ikhsan, keberhasilan PPK Ormawa tidak semata-mata dilihat dari terlaksananya kegiatan selama periode program. Lebih jauh, keberhasilan tersebut tercermin dari kemampuan masyarakat untuk meneruskan sekaligus mengembangkan program secara mandiri.

“Mahasiswa hadir membawa gagasan, ilmu pengetahuan, dan inovasi. Namun, keberlanjutan program sangat bergantung pada kolaborasi dan komitmen bersama antara mahasiswa, universitas, pemerintah desa, dan masyarakat,” lanjutnya.

Melalui MoU tersebut, UMP dan pemerintah desa berupaya membangun pola kemitraan yang lebih berkelanjutan. Potensi dan inovasi yang telah dikembangkan mahasiswa diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing desa.

Ketua Student Scientific Center (SSC) UMP, Dini Nur Afifah, M.Eng., menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Republik Indonesia atas dukungan pendanaan PPK Ormawa 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Belmawa RI yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan pendanaan terhadap program PPK Ormawa. Dukungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif yang tidak hanya berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diwujudkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Dini menilai pelaksanaan PPK Ormawa juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa di luar lingkungan kampus. Dalam prosesnya, mahasiswa berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus belajar merancang program, berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

Langkah UMP memperkuat kerja sama dengan desa sasaran sejalan dengan karakter PPK Ormawa yang menempatkan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian utama program. Dalam panduan PPK Ormawa 2026, program ini memang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas organisasi mahasiswa sekaligus mendorong kontribusi mahasiswa melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. 

UMP sebelumnya juga mencatat kiprah dalam PPK Ormawa. Pada Anugerah Abdidaya Ormawa 2025, UMP meraih penghargaan Terbaik 4 Perguruan Tinggi Paling Aktif. 

Dalam kesempatan tersebut, Ikhsan juga mendorong tim PPK Ormawa UMP 2026 untuk mempertahankan semangat hingga tahapan berikutnya, termasuk peluang mengikuti Abdidaya Ormawa 2026.

“Kami berharap seluruh tim PPK Ormawa UMP dapat terus berjuang, menjaga semangat, dan memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan seluruh tim dapat melaju ke Abdidaya 2026. Namun yang lebih penting, keberhasilan itu bukan hanya tentang kompetisi, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat ditinggalkan untuk masyarakat,” pungkasnya.

Dengan demikian, penandatanganan MoU tidak sekadar menjadi agenda administratif, tetapi menjadi pijakan untuk memastikan inovasi mahasiswa memiliki umur yang lebih panjang. Bagi UMP, keberhasilan PPK Ormawa pada akhirnya bukan hanya tentang capaian program atau kompetisi, melainkan tentang kemampuan membangun kemitraan yang membuat masyarakat desa dapat melanjutkan manfaatnya secara mandiri dan berkelanjutan.