UMJ Lantik Ketua BEM dan DPM Periode 2026–2027
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi memiliki kepemimpinan baru organisasi mahasiswa periode 2026–2027. Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, M.Si., melantik Muhammad Alfian Maulana sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Muhammad Sodiri sebagai Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UMJ.
Pelantikan berlangsung di Aula Kasman Singodimedjo, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ, Jumat (21/8/2026). Ma’mun didampingi Wakil Rektor IV UMJ Dr. Septa Candra, S.H., M.H.
Pelantikan tersebut menjadi awal masa kepemimpinan Alfian dan Sodiri dalam menjalankan organisasi kemahasiswaan sekaligus menjadi ruang bagi keduanya untuk mengawal aspirasi dan kepentingan mahasiswa di lingkungan UMJ.
Dalam sambutannya, Ma’mun mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman politik melalui keterlibatan aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, organisasi menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar mengenai kepemimpinan, demokrasi, serta dinamika kehidupan berorganisasi.
Ia menilai pengalaman mengelola organisasi kemahasiswaan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki kehidupan bermasyarakat.
“Meletakkan diri di organisasi ini sebagai latihan kepemimpinan. Jadi, aktiflah di organisasi. Karena ini merupakan bagian dari proses pembelajaran dan latihan kepemimpinan,” ujarnya.
BEM UMJ Bawa Semangat Gelora Akselerasi
Ketua BEM UMJ periode 2026–2027, Muhammad Alfian Maulana, menyatakan komitmennya menjadikan kepengurusan baru sebagai ruang untuk mendorong perubahan di lingkungan kampus.
Alfian mengusung nama Kabinet Gelora Akselerasi. Nama tersebut merepresentasikan semangat perjuangan sekaligus gerak cepat dalam menjalankan berbagai agenda organisasi kemahasiswaan.
“Kedepannya, BEM UMJ ingin membawa perubahan bagi mahasiswa UMJ melalui kepengurusan yang dipimpinnya. Ia menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar tentang menjalani kehidupan sebagai individu, tetapi juga memiliki peran untuk memberikan dampak dan membawa perubahan bagi lingkungan kampus,” jelasnya.
Dengan semangat tersebut, BEM UMJ periode 2026–2027 berkomitmen menjalankan fungsi organisasi sebagai wadah mahasiswa penggerak sekaligus mengawal berbagai aktivitas dan kepentingan mahasiswa.
Kepemimpinan baru BEM juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan mahasiswa serta menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan sivitas akademika.
DPM UMJ Siap Kawal Aspirasi Mahasiswa
Sementara itu, Ketua DPM UMJ periode 2026–2027 Muhammad Sodiri menempatkan amanah kepemimpinan sebagai tanggung jawab untuk menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa.
Ia berkomitmen menjadikan DPM UMJ sebagai jembatan komunikasi antara mahasiswa dan institusi. Peran tersebut menjadi penting agar berbagai aspirasi mahasiswa dapat disampaikan melalui mekanisme organisasi sekaligus menjadi bahan evaluasi dan pengawalan kebijakan di lingkungan kampus.
Pelantikan Alfian dan Sodiri sekaligus menandai dimulainya periode baru organisasi kemahasiswaan UMJ. Dengan pesan Rektor tentang pentingnya organisasi sebagai laboratorium kepemimpinan, BEM dan DPM periode 2026–2027 diharapkan tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan kepemimpinan, kesadaran demokrasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.