Mahasiswa KKN 43 UMJ Edukasi Siswa SMPN 1 Parung Cegah Cyberbullying

Mahasiswa KKN 43 UMJ Edukasi Siswa SMPN 1 Parung Cegah Cyberbullying
Mahasiswa KKN Kelompok 43 UMJ Subkelompok A yang menggelar penyuluhan “Pencegahan Cyberbullying dan Bijak Bermedia Sosial” di SMPN 1 Parung, Kabupaten Bogor, Selasa (11/8/2026). Foto: UMJ.

TVMU.TV - Perundungan tidak lagi hanya terjadi di lingkungan sekolah atau ruang pergaulan secara langsung. Di ruang digital, komentar, unggahan, dan pesan dapat berubah menjadi tekanan bagi remaja yang menjadi sasaran.

Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Kelompok 43 Subkelompok A yang menggelar penyuluhan “Pencegahan Cyberbullying dan Bijak Bermedia Sosial” di SMPN 1 Parung, Kabupaten Bogor, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi SMPN 1 Parung dengan antusias. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya cyberbullying sekaligus mendorong penggunaan media sosial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Rangkaian penyuluhan diawali dengan pemutaran film dokumenter yang menggambarkan berbagai bentuk cyberbullying serta dampaknya terhadap korban. Melalui tayangan tersebut, siswa diajak memahami bahwa tindakan yang terlihat sederhana di media sosial dapat memberikan dampak serius bagi kondisi psikologis seseorang.

Setelah pemutaran film, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian cyberbullying, bentuk-bentuk perundungan digital, dampaknya terhadap korban maupun pelaku, serta pentingnya menerapkan etika dalam berinteraksi di ruang digital.

Materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif agar lebih mudah dipahami oleh siswa tingkat SMP dan dekat dengan pengalaman mereka dalam menggunakan media sosial.

Mahasiswa KKN Hadirkan Drama Edukatif

Untuk memperkuat pesan yang disampaikan, mahasiswa KKN UMJ Kelompok 43 menghadirkan drama edukatif yang ditulis sekaligus diperankan oleh anggota kelompok.

Drama tersebut mengangkat kisah seorang remaja yang menjadi korban cyberbullying dan mengalami tekanan emosional akibat komentar negatif di media sosial. Cerita tersebut membawa siswa melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, mulai dari korban, pelaku, hingga orang-orang di sekitar korban.

Pendekatan tersebut membuat materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi juga melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja. Pementasan pun mendapat perhatian dari para peserta.

Setelah drama, kegiatan berlanjut dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa KKN dan siswa berdiskusi mengenai pengalaman menggunakan media sosial serta cara menghadapi dan merespons tindakan perundungan digital.

Mahasiswa juga membuka sesi konseling sebagai ruang bagi siswa yang ingin menyampaikan cerita atau memperoleh dukungan. Sesi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bahwa korban maupun saksi cyberbullying tidak harus menghadapi persoalan seorang diri dan dapat mencari bantuan dari orang yang dipercaya.

Ditutup dengan Refleksi dan Puisi

Suasana kegiatan kemudian berubah lebih reflektif. Lampu ruangan dipadamkan dan alunan musik diperdengarkan untuk mengajak siswa merenungkan kembali pesan yang telah disampaikan sepanjang kegiatan.

Dalam suasana tersebut, mahasiswa KKN membacakan puisi bertema cyberbullying. Puisi menggambarkan perasaan korban sekaligus mengajak peserta membangun empati dan lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang digital.

Melalui rangkaian edukasi, drama, diskusi, konseling, hingga refleksi, KKN UMJ Kelompok 43 Subkelompok A mendorong siswa SMPN 1 Parung untuk tidak menjadi bagian dari rantai perundungan digital.

Edukasi tersebut juga diharapkan membentuk kebiasaan bermedia sosial yang lebih sehat, termasuk berpikir sebelum mengunggah atau memberikan komentar, menghargai orang lain, serta berani menolak dan melaporkan tindakan cyberbullying.

Dengan demikian, ruang digital tidak hanya menjadi tempat berekspresi, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang aman, beretika, dan saling menghargai bagi generasi muda.