Warga Jepang Khawatir Soal Imigran, PCIM Jepang Tekankan Etika dan Budaya
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Cabang Istimewa (PCIM) Jepang, Muhammad Arif Wijayanto mengungkapkan, kekhawatiran masyarakat Jepang terhadap imigran. Menurutnya, hal itu bukan disebabkan oleh sikap antipati terhadap orang asing, melainkan karena perbedaan budaya dan etika sosial.
Ia menjelaskan bahwa Jepang dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan keteraturan, sehingga perilaku yang dianggap tidak sopan dapat menimbulkan keresahan di kalangan warganya.
Dalam program DiasporaMu, Arif mengatakan perilaku sebagian turis yang tidak menghormati norma lokal, seperti berbicara keras atau bersikap tidak tertib di tempat umum, membuat masyarakat Jepang cemas jika hal serupa terjadi pada para imigran tetap.
“Hal-hal seperti itu membuat kekhawatiran orang Jepang, apalagi kalau mereka betul-betul jadi imigran dan tinggal di Jepang,” ujarnya seperti dipantau dalam YouTube tvMu Channel, Rabu (28/10).
Arif menambahkan, masyarakat Jepang memiliki prinsip kuat untuk selalu menempatkan diri di posisi orang lain agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan. Nilai ini menjadi dasar dalam menjaga ketertiban dan saling menghormati di ruang publik.
“Orang Jepang itu selalu menempatkan dirinya di posisi orang lain. Jangan sampai dirinya mengganggu orang lain,” jelasnya.
Dia juga menilai, pemahaman terhadap budaya dan etika Jepang menjadi bekal penting bagi pekerja serta pelajar Indonesia yang akan datang ke negeri Sakura. Dengan mempelajari kebiasaan masyarakat setempat, para pendatang dapat beradaptasi lebih cepat dan terhindar dari gegar budaya.
Selain itu, Arif mengimbau agar warga Indonesia di Jepang menjaga sopan santun, menaati peraturan, dan menunjukkan akhlak yang baik. Sikap positif tersebut tidak hanya mencerminkan karakter bangsa, tetapi juga dapat mempererat hubungan antarwarga dan membuka peluang lebih luas di masa depan. (April)