Abdul Mu’ti Gerak Cepat Bantu MTs Muhammadiyah 4 Bulu yang Tertimpa Musibah Atap Roboh
TVMU.TV - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyalurkan bantuan awal sebesar Rp200 juta untuk mendukung pemulihan MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang terdampak musibah ambruknya atap ruang kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Bantuan tersebut diserahkan melalui Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PP Muhammadiyah pada Ahad (31/5/2026) sebagai bentuk kepedulian Persyarikatan terhadap amal usaha pendidikan yang mengalami musibah.
“Ini sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, bukan sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Karena untuk madrasah kewenangannya berada di Kementerian Agama. Saya meminta ini dibangun sebagai Sekum PP Muhammadiyah,” tegas Mu’ti.
Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kerusakan bangunan, tetapi juga menjadi momentum menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif dan aman bagi peserta didik.
“Nanti desain sekolahnya dibuat yang bagus dan lebih rapi dari sekarang,” pesannya.
Musibah ambruknya atap ruang kelas VII MTs Muhammadiyah 4 Bulu terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, siswa tengah mengikuti pelajaran Bahasa Inggris bersama guru Nurul Eka Ismiyati, S.Pd. Tiba-tiba atap ruang kelas roboh dan menimpa sejumlah siswa serta guru yang berada di dalam ruangan.
Wakil Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo, mengatakan tidak ada tanda-tanda yang mengindikasikan bangunan akan roboh sebelum kejadian berlangsung.
“Waktu pembelajaran berlangsung, tiba-tiba atap roboh. Anak-anak yang berada di dalam kelas sedang fokus mengikuti pelajaran,” ujarnya.
Akibat peristiwa tersebut, satu guru dan tujuh siswa mengalami luka serta harus mendapatkan penanganan medis. Sebagian korban dirawat di RSUD Sragen, sementara satu siswa mendapatkan perawatan di RS Amal Sehat.
“Terdapat satu guru dan tujuh siswa yang mendapatkan penanganan medis. Sebagian dirujuk ke RSUD Sragen dan satu siswa dibawa ke RS Amal Sehat,” jelas Cipto.
Sementara itu, Camat Sambungmacan, Edi Purwanto, menyebut hasil pengamatan awal menunjukkan penyebab ambruknya atap diduga karena kondisi kayu penyangga yang sudah lapuk akibat usia bangunan.
“Kejadian sekitar pukul 08.00 WIB saat proses belajar mengajar berlangsung. Dari pengamatan awal, kayu penyangga atap tampak sudah lapuk,” katanya.
Selain memberikan bantuan untuk perbaikan MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Abdul Mu’ti juga mendorong penataan kawasan pendidikan Muhammadiyah di wilayah Bulu secara lebih komprehensif. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada ruang kelas yang roboh, tetapi juga pengembangan fasilitas pendidikan lainnya.
PP Muhammadiyah bahkan merencanakan dukungan pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan konsep bangunan dua lantai yang lebih representatif. Untuk jenjang taman kanak-kanak, tersedia peluang dukungan melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Selain itu, penanganan bangunan MTs yang terdampak juga akan mendapat dukungan dari sektor pekerjaan umum serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Mu’ti turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Ia menawarkan kesempatan kepada guru yang belum memiliki kualifikasi akademik S1 atau D4 untuk mengikuti Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Bagi guru-guru yang belum S1 atau D4, ada program RPL dari Kemendikdasmen. Beasiswanya Rp3 juta per semester dengan masa pembelajaran maksimal dua tahun,” ujarnya.
Menurut Mu’ti, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualifikasi akademik guru di seluruh Indonesia. Ia juga mengimbau guru yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar segera memanfaatkan program tersebut melalui koordinasi dengan unit pelaksana teknis setempat.
“Guru-guru yang belum PPG nanti bisa melalui Kepala UPT Sragen untuk mendaftar,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Muhammadiyah berharap proses pemulihan pascamusibah tidak hanya mengembalikan fungsi bangunan sekolah, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi siswa di masa mendatang.