MPKS PWM Kalsel Pelajari Model Rumah Sakinah Muhammadiyah, Siapkan Pendirian di Daerah

MPKS PWM Kalsel Pelajari Model Rumah Sakinah Muhammadiyah, Siapkan Pendirian di Daerah
MPKS PWM Kalsel melakukan studi banding ke Rumah Sakinah Muhammadiyah sebagai langkah awal mempersiapkan pendirian layanan serupa di Kalsel. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan studi banding ke Rumah Sakinah Muhammadiyah sebagai langkah awal mempersiapkan pendirian layanan serupa di Kalimantan Selatan. Kunjungan tersebut difokuskan untuk mempelajari tata kelola kelembagaan, program pemberdayaan masyarakat, serta strategi pengembangan layanan sosial yang telah dijalankan Rumah Sakinah Muhammadiyah.

Ketua MPKS PWM Kalimantan Selatan, Bahrudin AR., S.E., M.M., mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan Rumah Sakinah Muhammadiyah di Kalimantan Selatan sebagai pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap dapat menghadirkan Rumah Sakinah Muhammadiyah di Kalimantan Selatan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari perizinan, kemitraan, hingga penyediaan tempat dan penguatan jejaring agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/7).

Menurut Bahrudin, tahap awal yang akan dilakukan meliputi penyusunan aspek perizinan, pembangunan kemitraan strategis, penyusunan kelembagaan, hingga memperkuat sinergi dengan organisasi otonom Muhammadiyah, termasuk ’Aisyiyah, sebagai mitra penting dalam pengembangan program.

Dalam sesi diskusi, Ketua Rumah Sakinah Muhammadiyah, M. Arif An, S.H., M.H., memaparkan berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari pendampingan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga penguatan ketahanan keluarga.

Ia menjelaskan, Rumah Sakinah Muhammadiyah hadir sebagai pusat layanan bagi kelompok rentan, termasuk korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tindak pidana perdagangan orang (TPPO), perempuan yang terdampak lokalisasi, serta anak yang berhadapan dengan hukum.

“Rumah Sakinah Muhammadiyah diharapkan dapat tumbuh di berbagai daerah sebagai pusat pelayanan, pemberdayaan, dan penguatan masyarakat khususnya kaum marjinal. Dengan dukungan seluruh elemen Persyarikatan, kami optimistis program ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat,” jelas M. Arif An yang juga menjabat Ketua Bidang Rehabilitasi Sosial MPKS PP Muhammadiyah serta Tenaga Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Arif menekankan bahwa keberhasilan pengembangan Rumah Sakinah Muhammadiyah sangat bergantung pada kolaborasi seluruh unsur Persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah, dan mitra masyarakat agar layanan sosial yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Delegasi MPKS PWM Kalimantan Selatan yang mengikuti kunjungan terdiri atas Ketua MPKS PWM Kalimantan Selatan Bahrudin AR., M.M., Sekretaris Gilang DP Ibnu Avisa, S.Pd., Ketua MPKS PDM Banjarbaru Drs. M. Hasbi, serta Indah Setyaningsih, S.Pd.I. dari Muhammadiyah Children Center (MCC)/Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Kotabaru.

Sementara itu, rombongan diterima langsung oleh jajaran Rumah Sakinah Muhammadiyah yang dipimpin M. Arif An, didampingi Wakil Ketua Zalnis Bachtiar, Kepala Pengelola Titik, Ketua Koperasi Okta, Koordinator Pendamping Cici, Wakil Sekretaris Nashrullah Irul, dan Wakil Bendahara Febry Amirullah. Dalam kesempatan tersebut, salah seorang penerima manfaat Rumah Sakinah Muhammadiyah turut menyampaikan testimoni mengenai pendampingan dan program pemberdayaan yang telah diterimanya.

Melalui kunjungan ini, kedua belah pihak berharap terjalin kerja sama yang lebih erat dalam pengembangan layanan kesejahteraan sosial. Pendirian Rumah Sakinah Muhammadiyah di Kalimantan Selatan diharapkan dapat memperluas akses pelayanan bagi masyarakat rentan sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam bidang pemberdayaan dan kesejahteraan sosial.