PP Muhammadiyah dan Dubes RI Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dengan Tanzania

PP Muhammadiyah dan Dubes RI Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dengan Tanzania
Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni menerima kunjungan Dubes RI untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Rwanda, Republik Burundi, dan East African Community, Tri Yogo Jatmiko, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjajaki penguatan kerja sama pendidikan dengan Tanzania melalui pengembangan program pertukaran akademik, beasiswa, penelitian bersama, hingga peningkatan mobilitas mahasiswa.

Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan PP Muhammadiyah dengan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Rwanda, Republik Burundi, dan East African Community, Tri Yogo Jatmiko, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Kunjungan tersebut diterima Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni bersama perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.

Dalam pertemuan itu, Tri Yogo menjelaskan bahwa Tanzania merupakan salah satu negara strategis di kawasan Afrika Timur dengan populasi Muslim yang besar serta hubungan baik dengan Indonesia. Menurutnya, Muhammadiyah dipandang sebagai organisasi Islam yang berhasil mengembangkan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat secara modern.

“Muhammadiyah dipandang sebagai organisasi Islam yang berhasil mengembangkan pendidikan dan pelayanan sosial secara modern. Model seperti ini menjadi sesuatu yang ingin dipelajari oleh mitra-mitra kita di Tanzania,” ujar Tri Yogo.

Ia mengungkapkan bahwa kerja sama pendidikan antara kedua pihak sebenarnya telah dimulai. Sejumlah dosen dari Muslim University of Morogoro telah mengikuti program pembelajaran di perguruan tinggi Muhammadiyah di Jakarta dan Makassar dengan dukungan Asia Muslim Charity Foundation.

Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan berkembang melalui berbagai program strategis, seperti beasiswa doktoral, pertukaran dosen, riset kolaboratif, hingga penugasan profesor dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) sebagai dosen tamu di Tanzania.

Selain itu, Tri Yogo menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait rencana pembukaan kelas Bahasa Indonesia di Morogoro. Program tersebut diharapkan menjadi bekal bagi calon mahasiswa Tanzania sebelum melanjutkan studi di Indonesia.

Ia juga mendorong penyederhanaan proses visa dan izin tinggal agar semakin memudahkan mahasiswa asing yang ingin menempuh pendidikan di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni menyambut baik peluang kerja sama yang ditawarkan. Menurutnya, jaringan PTMA siap membangun kemitraan akademik dengan berbagai institusi pendidikan di Tanzania.

“Silakan pihak universitas di Tanzania menyampaikan surat resmi kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dari sana kita dapat memetakan kebutuhan dan menindaklanjuti bentuk kerja sama yang paling sesuai,” kata Syafiq.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme tersebut akan mempermudah penyusunan program kolaborasi, baik dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, maupun pengembangan kapasitas akademik.

Syafiq juga berharap semakin banyak mahasiswa asal Tanzania melanjutkan pendidikan di PTMA. Menurutnya, para lulusan tersebut dapat menjadi penghubung yang mempererat hubungan Muhammadiyah dengan masyarakat Tanzania.

“Kami berharap mahasiswa Tanzania yang belajar di PTMA kelak dapat menjadi mitra Muhammadiyah di negaranya. Bahkan, jika Allah menghendaki, mereka dapat menginisiasi lahirnya jejaring, komunitas, hingga Cabang Istimewa Muhammadiyah di Tanzania sebagai bagian dari dakwah Islam Berkemajuan,” ujarnya.

Melalui pertemuan ini, PP Muhammadiyah dan Kedutaan Besar RI di Tanzania berharap kerja sama di bidang pendidikan tinggi dapat terus diperluas. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kolaborasi tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan Indonesia dan Tanzania melalui diplomasi pendidikan serta jejaring akademik internasional.