Muhadjir Effendy: Ibadah Muhammadiyah Harus Melahirkan Aksi Kemanusiaan
TVMU.TV - Ibadah dalam tradisi Muhammadiyah tidak berhenti pada hubungan vertikal antara manusia dan Allah Swt. Nilai ibadah juga diharapkan melahirkan tindakan nyata yang memberi manfaat bagi sesama manusia dan lingkungan.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengajak warga Muhammadiyah meneladani pemikiran dan praktik dakwah KH Ahmad Dahlan yang menghubungkan ibadah ritual dengan kepedulian sosial. Pesan tersebut disampaikan Muhadjir dalam Pengajian Hari Bermuhammadiyah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bekasi, 30 Agustus 2026.
“Teladan yang perlu dicontoh dari Kiai Dahlan, ibadah ritual harus berdampak langsung pada aksi kemanusiaan, seperti menyantuni anak yatim dan fakir miskin,” kata Muhadjir pada (30/8) dalam Pengajian Hari Bermuhammadiyah yang diselenggarakan oleh PDM Kabupaten Bekasi.
Menurut Muhadjir, teladan KH Ahmad Dahlan menunjukkan bahwa keberagamaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui ibadah ritual. Nilai agama harus diterjemahkan menjadi gerakan yang menjawab persoalan kehidupan masyarakat.
Dari Empati ke Aksi Sosial
Muhadjir menilai kepedulian terhadap kelompok marginal tidak cukup diwujudkan melalui rasa iba. Muhammadiyah, menurut dia, perlu menghadirkan aksi nyata untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang dikembangkan Muhammadiyah diarahkan pada gerakan yang memberikan dampak jangka panjang. Salah satu jalurnya adalah pendidikan sebagai instrumen untuk mencerdaskan masyarakat.
Pendekatan tersebut membuat dakwah tidak hanya hadir ketika persoalan muncul, tetapi membangun ekosistem yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses terhadap pendidikan dan pengetahuan secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, Muhadjir mengapresiasi langkah PDM Kabupaten Bekasi dalam mengembangkan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Sriamur. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan upaya Muhammadiyah menjaga keberlanjutan dakwah melalui berbagai kegiatan, termasuk pendidikan.
Pusat Dakwah Sriamur Dikembangkan Jadi Sentra Pendidikan
Ketua PDM Kabupaten Bekasi Bakir Nurhadi mengatakan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sriamur telah mulai diisi dengan sejumlah lembaga pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Saat ini, kata Bakir, kawasan tersebut telah beroperasi Pondok Pesantren Tahfidz Abdul Kahar Muzakir, SD Muhammadiyah 02 yang menginduk ke SD Muhammadiyah Setu, serta TK ABA 11.
Keberadaan sejumlah institusi tersebut memperlihatkan bagaimana pusat dakwah tidak hanya berfungsi sebagai tempat kegiatan keagamaan, tetapi juga dikembangkan menjadi ruang pendidikan dan pembinaan masyarakat.
Pengembangan gerakan serupa juga dilakukan di tingkat cabang. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambun Utara Ki Ageng Tumadi mengatakan pihaknya tengah membangun dan mengembangkan Masjid Darussalam di Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara.
Pengembangan fasilitas pendidikan, masjid, dan pusat dakwah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat gerakan Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan gagasan KH Ahmad Dahlan yang menjadikan pengamalan ajaran agama sebagai kekuatan untuk menjawab persoalan sosial. Bagi Muhammadiyah, ibadah tidak hanya diukur dari kesalehan personal, tetapi juga dari sejauh mana nilai tersebut melahirkan kemanfaatan bagi kehidupan bersama.
Dengan cara itu, dakwah amar ma’ruf nahi munkar tidak berhenti sebagai seruan, tetapi diwujudkan melalui kerja-kerja sosial dan pendidikan yang dapat meninggalkan manfaat dalam jangka panjang.