Abdul Mu'ti Soroti Trend Agnostik Generasi Muda
TVMU.TV - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti buka suara menanggapi trend agnostik di kalangan anak muda yang merebak.
Ia menilai hal ini bukan salah agama melainkan cara pendakwah dalam menghadirkan agama yang jarang melihat realitas sosial.
Berdasarkan PEW Research Center tahun 2015, Mu’ti menjelaskan, jumlah pengikut agnotisme dan ateisme menempati peringkat ketiga dan keempat terbanyak di dunia.
“Trendnya sekarang bukan agama, tetapi spiritualisme. Mereka mengakui spiritualisme, tetapi tidak harus terikat dengan agama,” kata Mu’ti seperti dikutip dari muhammadiyah.or.id, Selasa (30/9).
Mu'ti melihat, model dakwah yang diselenggarakan oleh sebuah institusi agama lebih cenderung mengharuskan umat mendengar, padahal generasi muda ingin lebih didengar daripada mendengar.
Oleh karena itu, Menteri Pendidikan Dasar Menengah ini berpendapat, ustaz atau agen keagamaan yang lebih banyak mendengar generasi muda berperan penting dalam mengatasi degenerasi diniyah (keterputusan generasi agama).
“Jadi bagaimana kita menanamkan keberagamaan kepada anak muda tetapi tidak menggurui. Kita seringkali mengajak anak-anak menjadi baik, kadang-kadang tidak nyambung dengan kehidupan mereka,” kata Mu’ti.
Dakwah kepada generasi muda diharapkan lebih kontekstual, sesuai dengan situasi dan kondisi mereka, bahkan perlu juga untuk menyetarakan pilihan bahasa dan tampilan dengan anak muda sehingga mereka lebih terasosi.
“Allah itu kan mengutus Rasul sesuai bahasa kaumnya. Agar degenerasi agama tidak terjadi, maka kita harus menjadi pendengar yang penuh empati, dekat dengan mereka,” lanjut Mu’ti.
Bagi warga Muhammadiyah, model dakwah KH Ahmad Dahlan yang dekat dengan anak muda juga perlu menjadi model. Hematnya, jika pendakwah bisa dekat dengan anak muda, maka angka keberhasilan penyampaian pesan lebih tinggi.
Secara lebih praktis, Mu’ti menjelaskan agar hidup anak muda terarah sesuai dengan pesan agama, maka yang perlu dilakukan adalah dengan menghadirkan agama sesuai dengan kehidupan anak muda – related minat dan bakat.
Dalam konteks sekarang, yang perlu menjadi sorotan dan penguatan di hidup generasi muda adalah pada sisi mental dan karakter. Untuk bisa masuk dalam isu ini, pendakwah bisa hadir dengan pelan dan melalui kebiasaan.