Dahlan Rais: Dosen PTMA Harus Integrasikan Ilmu dan Dakwah dalam Pengabdian Sosial

Dahlan Rais: Dosen PTMA Harus Integrasikan Ilmu dan Dakwah dalam Pengabdian Sosial
Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais/ Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais, menegaskan bahwa karakter sosial menjadi ciri utama warga Muhammadiyah yang harus terus dijaga dan diimplementasikan, terutama oleh kalangan akademisi di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Baitul Arqam Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang digelar di Pondok Pesantren Modern Sagen Muhammadiyah, Weru, Sukoharjo, Kamis (24/4/2026).

Menurut Dahlan Rais, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen dakwah yang harus mengintegrasikan nilai pendidikan dan nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Kita ditakdirkan hidup bermasyarakat, sehingga nilai kebersamaan, kesetaraan, dan kepedulian harus menjadi dasar dalam kehidupan, termasuk dalam pengabdian kita sebagai dosen,” ujarnya.

Ia menegaskan, menjadi bagian dari Muhammadiyah tidak cukup hanya dengan menjalankan tugas akademik di kampus. Dosen dituntut untuk terlibat aktif di tengah masyarakat dan berkontribusi dalam gerakan dakwah berkemajuan.

Dalam konteks tersebut, Dahlan Rais mengingatkan pentingnya nilai ta’awun atau tolong-menolong sebagai bagian dari identitas Muhammadiyah. Menurutnya, ta’awun tidak hanya sebatas membantu, tetapi juga mencakup kepedulian dan keberpihakan terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

“Tidak boleh seseorang hanya memikirkan dirinya sendiri. Kepedulian sosial itu menjadi bagian penting dari karakter Muhammadiyah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh kalangan akademisi harus diwujudkan dalam amal nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan ajaran pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, yang menempatkan ilmu dan amal sebagai satu kesatuan.

“Ilmu itu akan bermakna jika diamalkan. Manusia menjadi mulia karena ilmu dan amalnya. Ini yang harus menjadi ruh dalam pendidikan Muhammadiyah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dahlan Rais juga mendorong para dosen untuk memperdalam pemahaman terhadap Surat Al-Alaq dan Al-Asr sebagai landasan gerakan ilmu dan dakwah Muhammadiyah. Kedua surat itu, menurutnya, memberikan arah tentang pentingnya belajar tanpa henti serta mengamalkan ilmu untuk kebaikan bersama.

Kegiatan Baitul Arqam ini menjadi bagian dari upaya penguatan ideologi dan nilai-nilai keislaman di lingkungan PTMA, sekaligus mendorong peran aktif dosen dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.