Haedar Nashir Ajak Warga Muhammadiyah Terapkan Hidup Hemat dan Efisien sebagai Wujud Ibadah
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk membudayakan hidup hemat, efisien, dan disiplin sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam sekaligus bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan Haedar saat memberikan kuliah tujuh menit (kultum) usai Salat Zuhur di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa prinsip efisiensi tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tetapi juga mencakup pemanfaatan waktu, energi, dan sumber daya alam secara bijak.
Haedar menjelaskan, PP Muhammadiyah sebelumnya telah menerbitkan surat edaran mengenai efisiensi dan penghematan yang ditujukan kepada amal usaha serta seluruh lingkungan Muhammadiyah. Kebijakan tersebut sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan keseimbangan antara hidup sederhana dan tidak bersikap kikir.
Menurutnya, budaya hidup hemat menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya gaya hidup konsumtif masyarakat modern. Ia menilai masih banyak orang yang mudah mengeluarkan uang untuk kebutuhan hiburan dan kesenangan pribadi, namun cenderung berhitung ketika digunakan untuk kepentingan ibadah dan amal.
“Kalau orang pergi ke mall, ke tempat hiburan itu mengeluarkan uangnya mudah sekali. Uang Biru dan Merah itu keluar begitu saja. Tapi begitu urusan ibadah dan ketaatan kepada Allah yang keluar hanya selembaran uang hijau,” kata Haedar.
Selain pengelolaan keuangan, Haedar juga menyoroti pentingnya memanfaatkan waktu secara produktif. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menghabiskan waktu untuk aktivitas yang kurang bermanfaat.
“Kadang banyak di antara kita ini tidak menyadari ngobrol ngalor ngidul terlalu lama. Tapi ketika harus baca buku tadarus, baru satu ayat saja sudah ngantuk,” ujarnya.
Dalam kultum tersebut, Haedar turut mengaitkan semangat efisiensi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengajak warga Muhammadiyah memulai langkah sederhana melalui penghematan penggunaan listrik dan air dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, efisiensi energi bahkan dapat dimulai sejak tahap perencanaan bangunan dengan menghindari penggunaan fasilitas yang berlebihan.
“Termasuk hemat listrik. Sering kali dalam rancangan bangunan, demi keindahan, titik lampu dibuat terlalu banyak. Sebenarnya itu bisa dikurangi agar tidak boros dan lebih efisien,” jelasnya.
Haedar juga mengingatkan pentingnya menghemat air, termasuk saat berwudu. Ia mengutip pandangan Ketua PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, yang menekankan bahwa satu kali basuhan dalam wudu telah memenuhi rukun wudu sehingga dapat menjadi salah satu cara mengurangi pemborosan air.
“Kita harus ingat bahwa masih banyak saudara kita yang kekurangan air dan membutuhkan bantuan untuk membangun sumur. Ini menjadi perhatian bersama,” tegas Haedar.
Menutup kultumnya, Haedar menegaskan bahwa hidup hemat, disiplin, dan mampu mengendalikan diri merupakan fondasi penting untuk meraih kesuksesan. Ia mengajak warga Muhammadiyah menjadikan pekerjaan sebagai sarana pengabdian dan ibadah, bukan sekadar rutinitas.
“Kalau kita ingin sukses, maka kita harus bisa menaklukkan diri sendiri. Bekerjalah dan nikmati pekerjaan itu sebagai panggilan untuk berkhidmat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun suasana kerja yang positif agar produktivitas dan kebahagiaan dapat berjalan beriringan.
“Kita nikmati pekerjaan dengan senang hati. Tidak perlu sering melihat jam dan membayangkan cepat-cepat pulang ke rumah. Nikmati hidup dan pekerjaan itu dengan tanggung jawab serta perasaan yang nyaman,” pungkas Haedar.
Melalui pesan tersebut, Haedar berharap budaya hidup hemat, efisiensi energi, dan etos kerja berbasis nilai ibadah dapat menjadi karakter yang semakin mengakar di lingkungan Muhammadiyah serta memberi kontribusi bagi terwujudnya masyarakat yang lebih produktif dan berkelanjutan.