PP Muhammadiyah Ajak Karyawan Jadikan Al-Qur’an Pedoman Kerja, Tekankan Etos Kerja ala Rasulullah
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengajak seluruh karyawannya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam bekerja dan menjalani kehidupan. Pesan tersebut disampaikan Wakil Bendahara Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ahmad Arif Rifan, dalam Pengajian Bulanan Karyawan bertema “Etos Kerja Kreatif ala Rasulullah” yang digelar di Aula Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (5/8).
Dalam kajiannya, Arif menegaskan bahwa etos kerja seorang muslim tidak hanya diukur dari profesionalitas, tetapi juga dari kesesuaiannya dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
“Persyarikatan kita menyandarkan nama kepada Nabi Muhammad saw., maka sudah sepatutnya kita sebagai pengikutnya mengikuti ajaran-ajaran beliau,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, Al-Qur’an telah memberikan fondasi yang kuat tentang karakter dan tugas Rasulullah. Hal tersebut termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 129 dan 151, Surah Ali Imran ayat 164, serta Surah Al-Jumuah ayat 2.
Menurut Arif, ayat-ayat tersebut menjelaskan empat tugas utama Rasulullah, yaitu membacakan ayat-ayat Allah, mengajarkan Al-Kitab, mengajarkan hikmah, serta menyucikan jiwa umat.
“Selain itu, pada ayat-ayat lainnya dijelaskan bahwa Rasul juga mengajarkan hal-hal yang sebelumnya belum diketahui manusia sehingga menjadi petunjuk agar mereka tidak tersesat,” jelasnya.
Ia menilai empat prinsip kenabian tersebut menjadi dasar dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas. Kompetensi, kata Arif, harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan sehingga amanah dapat dijalankan secara profesional.
“Dengan demikian, kompetensi tidak dapat dipisahkan dari pengetahuan. Untuk menjadi pribadi yang amanah, seseorang harus memiliki dasar ilmu yang kuat,” ujarnya.
Arif menambahkan, nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja, agar setiap aktivitas menjadi jalan memperoleh rahmat dan keberkahan Allah SWT.
Selain membahas kompetensi, Arif juga mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam bekerja. Ia mengutip Surah Az-Zariyat ayat 56 dan Surah Al-Mulk ayat 2 yang menjelaskan bahwa tujuan hidup manusia adalah beribadah kepada Allah sekaligus menjalani berbagai ujian kehidupan.
“Dua ayat tersebut menjelaskan bahwa tujuan kita dihidupkan hingga menemui ajal adalah untuk beribadah kepada Allah. Inilah yang harus selalu kita ingat,” ungkapnya.
Menurutnya, setiap amanah, pekerjaan, maupun jabatan merupakan bagian dari ujian yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
“Karena itu, kesadaran bahwa hidup adalah ujian harus benar-benar terinternalisasi dalam diri kita. Tidak boleh ada rasa gentar ataupun takut dalam menghadapi kehidupan,” tuturnya.
Ia menilai kesadaran tersebut akan membangun hubungan yang sehat antara pemimpin dan karyawan, karena keduanya terdorong untuk menjalankan amanah berdasarkan nilai-nilai kebaikan.
“Dengan begitu, yang menjadi pimpinan akan berlaku baik, dan yang dipimpin pun akan selalu memilih jalan yang baik,” katanya.
Menutup kajiannya, Arif menekankan bahwa kesabaran merupakan bekal utama dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan maupun pekerjaan. Kesabaran, menurutnya, tidak hanya berarti bertahan menghadapi kesulitan, tetapi juga konsisten dalam menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
“Hal-hal inilah yang perlu menjadi pondasi kita, sehingga kita semua dapat menjadi bagian dari umat terbaik sebagaimana diajarkan Rasulullah,” pungkasnya.