Muhammadiyah dan Qatar Jajaki Kerja Sama Ketenagakerjaan hingga Forum Internasional Dunia Islam

Muhammadiyah dan Qatar Jajaki Kerja Sama Ketenagakerjaan hingga Forum Internasional Dunia Islam
PP Muhammadiyah menerima kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (3/8). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pemerintah Qatar memperluas peluang kerja sama ke berbagai sektor, mulai dari ketenagakerjaan, penyelenggaraan forum internasional, hingga program sosial-keagamaan. Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan PP Muhammadiyah dengan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (3/8).

Pertemuan yang dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto, Syafiq Mughni, Syamsul Anwar, serta Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief itu merupakan tindak lanjut penguatan hubungan antara Muhammadiyah dan Pemerintah Qatar setelah sebelumnya membahas kerja sama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni mengatakan, kedua pihak juga menjajaki peluang kolaborasi dalam penyelenggaraan forum internasional yang membahas berbagai isu strategis dunia Islam.

“Selain itu juga dibahas kemungkinan kerja sama dalam penyelenggaraan forum seminar yang membahas berbagai persoalan dunia Islam,” ujar Syafiq.

Menurutnya, berbagai peluang kerja sama tersebut merupakan implementasi semangat ta’awun atau saling tolong-menolong antarsesama umat Islam untuk memperkuat peradaban dan menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas.

Syafiq menambahkan, rencana kunjungan Menteri Agama dan Wakaf Qatar ke Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk memperdalam pembahasan berbagai bentuk kerja sama yang telah dijajaki.

“Dubes Qatar turut menyampaikan informasi bahwa akan ada kunjungan Menteri Agama dan Wakaf Qatar. Dengan mengundang Muhammadiyah, maka hal ini akan kami anggap sebagai tindak lanjut dari pertemuan hari ini. Barangkali nanti akan ada pembicaraan yang lebih detail mengenai berbagai bentuk kerja sama antara Muhammadiyah dan negara Qatar,” ungkapnya.

Sementara itu, Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari menyampaikan bahwa peluang kolaborasi tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan forum internasional. Pemerintah Qatar juga membuka peluang kerja sama dalam berbagai program sosial-keagamaan.

“Kami juga memiliki beberapa program yang bisa menjadi program bersama, seperti pembagian Mushaf Al-Qur’an Qatar dan distribusi kurma pada bulan Ramadan. Tentu selama ini kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sultan mengungkapkan kesan positif terhadap Muhammadiyah. Ia menyebut organisasi Islam tersebut sebagai lembaga pertama yang dikunjunginya sejak mulai bertugas sebagai Duta Besar Qatar untuk Indonesia pada 2025.

“Saya adalah Duta Besar Qatar yang baru di Indonesia sejak 2025, dan Muhammadiyah adalah organisasi Islam pertama yang saya kunjungi setelah mulai bertugas,” katanya.

Sultan menjelaskan, sebelum bertemu dengan jajaran PP Muhammadiyah, dirinya terlebih dahulu melakukan kunjungan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kami mengetahui bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang sangat besar,” tambahnya.

Pertemuan tersebut menandai semakin eratnya hubungan Muhammadiyah dan Pemerintah Qatar. Selain memperluas kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan, kedua pihak juga berkomitmen mengembangkan kolaborasi pada sektor ketenagakerjaan, program sosial-keagamaan, serta forum internasional yang diharapkan mampu memperkuat jejaring kerja sama umat Islam dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.