Muhammadiyah dan Qatar Jajaki Kerja Sama Pendidikan, Kesehatan, hingga Pengembangan SDM

Muhammadiyah dan Qatar Jajaki Kerja Sama Pendidikan, Kesehatan, hingga Pengembangan SDM
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menerima kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (3/8). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pemerintah Qatar membuka peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dengan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (3/8).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki kolaborasi yang lebih luas, termasuk peluang bagi lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah untuk berkarier di Qatar.

Haedar mengatakan Pemerintah Qatar menunjukkan komitmen kuat untuk membangun kemitraan dengan Muhammadiyah, terutama dalam pengembangan pendidikan, mulai dari studi Islam hingga bidang sains.

Ia mengungkapkan, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Qatar.

“Khusus untuk kesehatan dan kedokteran, Dubes Qatar bahkan sangat menantikan lulusan dari Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk dapat datang ke Qatar. Selama ini terdapat sekitar 30 ribu tenaga kesehatan dan perawat yang bekerja di sana, tetapi jumlah yang berasal dari Indonesia masih belum banyak. Karena itu, Qatar sangat berharap dapat menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah,” ujar Haedar.

Selain membahas peluang kerja sama, pertemuan tersebut juga mempererat hubungan emosional antara Muhammadiyah dan Qatar. Haedar menyampaikan bahwa Duta Besar Qatar mengapresiasi ucapan belasungkawa yang disampaikan Muhammadiyah atas wafatnya Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani.

Menurut Haedar, Syekh Hamad merupakan tokoh penting yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu kemanusiaan, khususnya perjuangan rakyat Palestina.

“Muhammadiyah merasa kehilangan karena Amir Hamad bin Khalifa Al Thani adalah tokoh yang menonjol, pemimpin Arab yang berani, dan memelopori kunjungan ke Gaza, Palestina, pada tahun 2012,” tuturnya.

Haedar menilai kunjungan Syekh Hamad ke Jalur Gaza pada 23 Oktober 2012 menjadi salah satu momentum bersejarah karena dilakukan di tengah blokade Israel. Langkah tersebut dinilai menunjukkan dukungan nyata Qatar terhadap rakyat Palestina.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Syekh Hamad yang berhasil meletakkan fondasi pembangunan Qatar sebagai negara modern. Transformasi tersebut, lanjutnya, diteruskan oleh Emir Qatar saat ini, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, yang membawa Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, turnamen sepak bola dunia pertama yang digelar di kawasan Timur Tengah.

“Beliau adalah tokoh yang membangun Qatar menjadi negara maju di berbagai bidang. Kemudian dilanjutkan oleh putranya, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, hingga Qatar berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Itu merupakan pencapaian yang sangat bersejarah,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Qatar juga mengundang Muhammadiyah untuk melakukan kunjungan balasan ke Qatar guna membahas tindak lanjut berbagai peluang kerja sama yang telah dijajaki.

“Tentu juga karena beliau mengundang kami untuk ke Qatar, kami akan merencanakan untuk berbalas datang ke Qatar selain nanti juga berkunjung ke Kedubes Qatar di Jakarta,” pungkas Haedar.

Kerja sama yang tengah dijajaki diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Muhammadiyah dan Qatar, sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, layanan kesehatan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat internasional.