PP Muhammadiyah dan WADAH Malaysia Perkuat Kolaborasi, Bahas Kepemimpinan hingga AI untuk Gerakan Islam ASEAN
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Persatuan Wadah Pencerdasan Umat Malaysia (WADAH) di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal mempererat hubungan sekaligus membuka peluang kerja sama dalam penguatan kepemimpinan, kaderisasi generasi muda, dan pengembangan gerakan Islam di Asia Tenggara.
Dalam pertemuan itu, kedua organisasi membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kepemimpinan, pembangunan berkelanjutan, teknologi, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai bagian dari tantangan yang dihadapi organisasi Islam di masa depan.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, mengatakan diskusi bersama WADAH menjadi momentum untuk membangun sinergi antargerakan Islam di kawasan ASEAN agar mampu berperan lebih besar di tingkat global.
“Barusan kita berdiskusi dengan tamu dari Malaysia, khususnya dari organisasi WADAH. Organisasi perkaderan sebenarnya, yang juga punya kaitan dengan gerakan kepemudaan di sana,” ujar Hilman.
Menurutnya, organisasi Islam tidak cukup hanya berfokus pada persoalan internal, tetapi juga harus mampu merespons berbagai isu global yang semakin kompleks.
“Kita mendiskusikan isu-isu strategis, tentang leadership, tentang isu kontemporer, tentang bagaimana organisasi Islam sudah harus mulai dibangkitkan lagi untuk bisa tampil di dunia internasional dengan isu-isu yang lebih strategis, tentang SDGs, isu lingkungan, termasuk juga masalah teknologi dan AI,” katanya.
Hilman mengungkapkan, salah satu agenda yang akan dikembangkan bersama adalah penguatan pelatihan kepemimpinan bagi generasi muda organisasi Islam di Asia Tenggara.
“Kita ingin bekerja sama ke depan bagaimana pelatihan kepemimpinan di wilayah Asia Tenggara harus diperkuat kembali sesama organisasi atau gerakan Islam,” ujarnya.
Ia menambahkan, organisasi Islam perlu membangun visi yang lebih luas agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan global, seperti teknologi, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga isu-isu kemanusiaan.
“Isu keumatan itu luas, menatap masa depan, menghadapi tantangan tentang teknologi, ekonomi, kesehatan, dan lain-lain. Gerakan Islam harus punya kontribusi dalam bentuk sumbangsih pemikiran maupun sumber daya manusia. Jadi kita ingin membangun visi yang lebih kuat di Asia Tenggara,” tegasnya.
Sementara itu, Setiausaha Agung (Secretary General) WADAH, Tuan Haji Azizuddin Ahmad, menyebut kunjungannya ke PP Muhammadiyah sebagai langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat sekaligus menjajaki berbagai peluang kolaborasi.
“Alhamdulillah saya dapat berkunjung ke Muhammadiyah dan bertemu Prof. Hilman. Ini adalah pertemuan pertama bagi saya, tetapi saya rasa ini adalah langkah pertama untuk mengeratkan silaturahim kita dan berusaha mencari jalan-jalan untuk bekerja sama menguatkan lagi gerakan Islam,” ungkapnya.
Azizuddin menilai Muhammadiyah memiliki pengalaman panjang dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pengelolaan amal usaha yang dapat menjadi rujukan bagi organisasi Islam di kawasan ASEAN.
“Kita rasa Muhammadiyah memiliki pengalaman dakwah yang besar di Indonesia dan luar negeri. Kita melihat potensi-potensi di Muhammadiyah begitu banyak, terutama best practices yang telah dilakukan. Kita perlu melakukan case study, berdiskusi bersama, dan benchmarking terhadap program-program terbaik,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara WADAH dan Muhammadiyah tidak hanya memperkuat hubungan kedua organisasi, tetapi juga melahirkan berbagai program bersama yang mampu mendukung pengembangan kepemimpinan, kaderisasi generasi muda, serta memperkuat peran gerakan Islam dalam menjawab tantangan global di kawasan Asia Tenggara.