Jelang Muktamar ke-15, Ketua Umum PPNA Ajak Kader Wujudkan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah yang Berkeadaban
TVMU.TV - Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) menggelar Tanwir III sebagai rangkaian menuju Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa, Surakarta, Kamis (6/8/2026). Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus pemantapan arah gerakan sebelum Muktamar yang akan dibuka di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Ketua Umum PPNA, Ariati Dina Puspitasari, menegaskan Tanwir III menjadi momentum untuk menguatkan nilai-nilai organisasi sebagai fondasi pelaksanaan Muktamar yang berkeadaban.
“Besok pagi kita akan memulai Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Edutorium UMS. Melalui Tanwir III ini, kita mengkristalkan nilai-nilai yang telah dibangun sebagai pijakan menuju Muktamar yang berkeadaban,” ujarnya.
Tanwir III mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan” dengan subtema “Berdaya dan Berdampak Sukseskan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah.” Menurut Ariati, tema tersebut mencerminkan semangat kader muda yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari dampak yang dirasakan masyarakat. Hasil Sidang Pra-Muktamar menunjukkan bahwa pimpinan wilayah dan daerah telah menghadirkan berbagai program yang memberi manfaat bagi umat,” katanya.
Ia menjelaskan, perempuan muda yang berkemajuan harus memiliki kapasitas, integritas, kompetensi, serta keberanian mengambil peran dalam berbagai bidang. Energi kader, lanjutnya, perlu diarahkan untuk memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, hingga kemanusiaan global dalam bingkai gerakan Muhammadiyah.
Dalam kesempatan itu, Ariati juga memaparkan sejumlah capaian organisasi selama satu periode kepengurusan. Di bidang ekonomi, Nasyiatul Aisyiyah terus memperkuat kemandirian melalui program Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA) serta mempersiapkan pembentukan badan usaha organisasi yang telah memperoleh persetujuan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Sementara di bidang dakwah digital dan lingkungan hidup, PPNA mengembangkan gerakan Green Nasyiah melalui berbagai program, termasuk Eco Bhinneka yang telah dijalankan di sejumlah daerah seperti Surakarta dan Banyuwangi. Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi Nasyiatul Aisyiyah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah, mulai dari tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting,” ujarnya.
Selain mengevaluasi program strategis organisasi, Tanwir III juga mengagendakan pemilihan bakal calon formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode mendatang. Ariati mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nilai-nilai musyawarah selama proses berlangsung.
“Di Tanwir ini akan ada pemilihan bakal calon formatur. Mari kita tetap menghadirkan musyawarah yang bermartabat. Mari kita sukseskan Muktamar ini dengan mengedepankan adab dan etika di seluruh agenda kita, agar marwah organisasi kita senantiasa mencerminkan kedewasaan dalam menghadapi setiap proses permusyawaratan,” tuturnya.
Tanwir III menjadi tahapan penting menjelang Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah. Melalui forum ini, PPNA berharap seluruh kader semakin solid dalam menyusun arah gerakan organisasi sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan perempuan muda berkemajuan yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat dan peradaban.