Agus Taufiqurrahman Ingatkan Orang Tua Jangan Serahkan Pengasuhan Anak kepada Gawai
TVMU.TV - Orang tua diminta tidak menyerahkan proses tumbuh kembang anak sepenuhnya kepada gawai. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kehadiran orang tua secara fisik maupun emosional dinilai menjadi kunci dalam membangun karakter dan keimanan anak.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, dalam Pengajian PP Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Dokter spesialis saraf itu mengatakan, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap pola relasi di dalam keluarga. Meski anggota keluarga masih berada dalam satu rumah, interaksi yang hangat semakin berkurang karena masing-masing sibuk dengan perangkat digital.
"Itu menjadi salah satu bukti bahwa gadget itu mendekatkan yang jauh. Namun di sisi lain menjauhkan yang dekat," ujarnya.
Menurut Agus, kedekatan anak dengan gawai yang terhubung ke internet menjadi tantangan besar bagi orang tua. Secara fisik anak memang berada di rumah, tetapi ruang digital memungkinkan mereka mengakses berbagai informasi dan lingkungan yang tidak selalu diketahui maupun diawasi orang tua.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya membangun kedekatan spiritual selain kedekatan fisik sebagai bentuk implementasi tanggung jawab orang tua dalam menjaga keluarga.
"Tentu kita harus melakukan pendekatan yang bijak agar anak kita tetap bisa terjaga imannya," pesannya.
Orang Tua Harus Melek Teknologi
Agus menegaskan perkembangan teknologi informasi tidak mungkin dihindari. Yang perlu dilakukan adalah membekali anak dengan keimanan yang kuat sekaligus kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif.
"Teknologi yang memudahkan ini harus kita pelajari. Syukur nanti anak-anak berkembang dengan iman yang kuat, mereka bukan hanya pengguna teknologi itu tapi juga menghadirkan teknologi yang bisa menjadikan orang beriman semakin baik menjalankan amal salih," ungkapnya.
Menurutnya, orang tua, khususnya keluarga Muhammadiyah, harus memiliki literasi digital agar mampu mendampingi anak sesuai dengan perkembangan zaman.
Ia mengingatkan bahwa setiap generasi hidup pada konteks yang berbeda sehingga pola pengasuhan juga perlu menyesuaikan perubahan tersebut.
"Didiklah anakmu sesuai dengan kebutuhan zamannya, karena ia akan hidup yang berbeda dengan zaman kita hidup," tuturnya.
Agus juga mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat orang tua kehilangan peran dalam pengasuhan. Kehadiran robot, kecerdasan buatan, maupun perangkat digital tidak dapat menggantikan kasih sayang, perhatian, dan keteladanan orang tua.
"Hendaklah kita senantiasa takut kalau kita meninggalkan generasi yang lemah. Yang kita sendiri mengkhawatirkan terhadap generasi kita itu," harapnya.
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Sosial, Resiliensi, dan Kesehatan itu menambahkan, Muhammadiyah terus berupaya membangun generasi yang unggul melalui penguatan keluarga. Menurutnya, anak-anak merupakan penerus perjuangan bangsa dan Persyarikatan sehingga harus tumbuh dengan karakter yang kuat, memiliki kecakapan digital, sekaligus berlandaskan nilai-nilai keimanan.