PP Muhammadiyah dan Monash University Jalin Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Global

PP Muhammadiyah dan Monash University Jalin Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Global
PP Muhammadiyah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Monash University Australia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Foto: Instagram @haedarnashirofficial.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Monash University Australia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, pengembangan riset, serta memperluas jejaring akademik internasional di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah menjawab tantangan global yang semakin kompleks melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi, inovasi, dan kerja sama lintas negara.

Kemitraan ini diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi dosen, mahasiswa, dan institusi pendidikan Muhammadiyah dalam bidang penelitian, pengembangan akademik, hingga pertukaran pengetahuan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa kemajuan sebuah institusi tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan keberhasilan yang telah diraih, tetapi juga melalui kemauan untuk terus belajar dan membangun kolaborasi.

“Kita harus terus mau belajar, biarpun kita sudah merasa maju. Ciri orang maju adalah mau belajar dari orang lain dan tidak malu untuk belajar,” kata Haedar.

Menurutnya, budaya belajar menjadi salah satu faktor penting yang harus dimiliki lembaga pendidikan agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan dunia yang berlangsung sangat cepat.

Haedar menilai kerja sama internasional menjadi sarana strategis untuk memperkaya pengalaman akademik sekaligus menghadirkan praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan dalam pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah.

“Kemajuan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh capaian yang telah diraih, tetapi juga oleh keterbukaan untuk terus belajar, berkolaborasi, dan mengambil praktik-praktik terbaik dari berbagai pihak,” ujarnya.

Saat ini Muhammadiyah memiliki jaringan pendidikan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Potensi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Dengan kekuatan yang dimiliki Muhammadiyah melalui 164 perguruan tinggi, dengan 20 ribu dosen, dan hampir 700 ribu mahasiswa yang tersebar di berbagai PTMA, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan strategis dalam pembangunan bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi,” tegas Haedar.

Data Muhammadiyah menunjukkan PTMA saat ini menjadi salah satu jaringan perguruan tinggi swasta terbesar di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan berbagai universitas kelas dunia, Muhammadiyah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta pengembangan riset yang berdampak bagi masyarakat.

Kerja sama dengan Monash University diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program kolaboratif, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademisi dan mahasiswa, hingga pengembangan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan global di masa depan.

Dengan kemitraan ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing internasional melalui kolaborasi, riset, serta pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.