Buka PKKMB UMSU, Haedar Nashir Minta Mahasiswa Bangun Almamater Pride dan Kemandirian Bangsa

Buka PKKMB UMSU, Haedar Nashir Minta Mahasiswa Bangun Almamater Pride dan Kemandirian Bangsa
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., saat membuka secara resmi gelaran PKKMB UMSU di Kampus Utama UMSU, Jalan Kapten Mukhtar Basri, Kota Medan, Senin (28/9). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengajak ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk membangun kebanggaan terhadap almamater (almamater pride) serta menempah kemandirian diri guna menopang peradaban bangsa.

Pesan kebangsaan dan akademis tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., saat membuka secara resmi gelaran Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU di Kampus Utama UMSU, Jalan Kapten Mukhtar Basri, Kota Medan, pada Senin, 28 September 2026.

Haedar menegaskan bahwa pilihan para mahasiswa baru untuk menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi unggulan milik Persyarikatan ini merupakan langkah yang tepat dalam menatap masa depan.

“Harapan saya, bangun almamater pride. Bahwa kalian tidak salah alamat, datang dan kuliah di UMSU,” ujar Haedar di hadapan jajaran rektorat dan ribuan mahasiswa baru.

Menurut Guru Besar Sosiologi tersebut, menempuh studi di Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, melainkan juga proses penyemaian karakter, penguatan akidah, serta penghormatan kepada orang tua sebagai pondasi keilmuan.

“Mencari ilmu itu harus menjadi tujuan dasar kita semua. Wujud dari akhlak adalah selalu hormat dan berbuat baik kepada orang tua. Maka pendidikan adalah pilar strategis membangun peradaban bangsa ini,” tegasnya.

Menutup orasinya, Haedar mengingatkan generasi muda agar memiliki ethos kerja keras dan tidak menggantungkan nasib pada pihak lain. Ia menegaskan komitmen berkelanjutan Muhammadiyah dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap memajukan Indonesia.

“Nasib kita semua berubah tergantung kita, jangan sandarkan pada orang lain. Itulah kesadaran kemandirian membangun diri dan bangsa. Muhammadiyah selalu punya komitmen luhur untuk membangun Indonesia,” pungkas Haedar.