Nasyiatul Aisyiyah Perkuat Literasi Digital Perempuan dan Anak Lewat Kemah Literasi di Yogyakarta
TVMU.TV - Nasyiatul Aisyiyah menegaskan komitmennya memperkuat budaya literasi digital yang progresif dan berbasis nilai Islam, khususnya bagi perempuan dan anak. Komitmen itu diwujudkan melalui Kemah Literasi Nasyiatul Aisyiyah (Katalina) yang digelar di Gedung Muhammadiyah Supeno, Yogyakarta, pada Sabtu-Ahad, 2–3 Mei 2026.
Kegiatan tersebut mempertemukan pengelola Rumah Literasi Nasyiatul Aisyiyah (Ralina) dan kader Nasyiatul Aisyiyah pegiat literasi dari berbagai daerah. Forum ini menjadi ruang penguatan kapasitas kader sekaligus upaya memperluas gerakan literasi hingga tingkat ranting, cabang, daerah, dan wilayah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), Ariati, menegaskan Ralina tidak hanya berfungsi sebagai taman baca atau ruang berkumpul anak-anak. Menurutnya, Ralina dikembangkan sebagai ruang belajar bersama yang mendorong lahirnya keterampilan baru melalui budaya membaca.
“Ralina diharapkan menjadi ruang aktivitas penguatan kader, belajar bersama, dan ada keterampilan yang dimiliki sebagai hasil dari membaca buku,” ujar Ariati.
Dalam forum yang diikuti peserta secara luring dan daring itu, Ariati menjelaskan bahwa Ralina juga diarahkan menjadi bagian dari strategi dakwah kultural Nasyiatul Aisyiyah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjangkau masyarakat akar rumput, terutama generasi muda yang hidup di tengah arus informasi digital dan fenomena post-truth.
“Kita jadikan Ralina pusat dakwah kultural NA, tempat menyemai kader-kader dan perempuan tangguh yang siap tumbuh menghadapi era post-truth dan disrupsi, juga tempat anak-anak bermain bersama. Kita siapkan anak-anak menjadi generasi salih-salihah yang tangguh dan siap menghadapi berbagai fenomena dan kejadian tak terduga di masanya,” urainya.
Katalina merupakan kelanjutan dari program “Peningkatan Literasi Kesetaraan untuk Masyarakat dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan” yang digelar Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada akhir 2024, serta Temu Ralina pada pertengahan 2025.
Dalam kegiatan ini, peserta dibekali berbagai keterampilan praktis, mulai dari pemberdayaan perempuan melalui rumah baca komunitas, pelatihan penulisan jurnalistik berperspektif gender, penyusunan rilis dan berita, manajemen konten organisasi, hingga coaching clinic terkait pengelolaan media organisasi.
Melalui Katalina, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah menargetkan terbentuknya jejaring pegiat literasi dan kreator konten Nasyiatul Aisyiyah di seluruh Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader dalam penulisan, produksi konten digital, serta memperkuat pemahaman etika bermedia.
Penguatan literasi digital dinilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah tingginya arus informasi di ruang digital. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet nasional terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga kemampuan memilah informasi, memproduksi konten positif, dan membangun budaya digital yang sehat menjadi tantangan bersama.
Melalui forum ini, Nasyiatul Aisyiyah berharap setiap daerah dapat menyusun rencana aksi literasi digital dan dakwah positif yang diwujudkan melalui publikasi artikel, video, serta kampanye digital kolaboratif.