Afnan Hadikusumo Kembali Pimpin Tapak Suci, Fokus Perkuat Kemandirian Organisasi
TVMU.TV - Muktamar ke-16 Tapak Suci Putera Muhammadiyah menetapkan kembali Afnan Hadikusumo sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah (PP TSPM) periode 2026–2031.
Penetapan tersebut dilakukan setelah sembilan formatur terpilih secara aklamasi menetapkan Afnan sebagai Ketua Umum PP TSPM. Keputusan itu sekaligus memperpanjang kepemimpinan Afnan di salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang pencak silat tersebut.
Terpilihnya kembali Afnan menjadi bagian dari rangkaian agenda Muktamar ke-16 TSPM yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi organisasi sekaligus penyusunan arah gerakan Tapak Suci untuk lima tahun mendatang.
Setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum, Afnan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan Muktamar.
“Terima kasih atas segala upaya dari berbagai pihak untuk menyukseskan Muktamar Tapak Suci ini,” ujar Afnan.
Menurut Afnan, keberhasilan Muktamar tidak hanya ditentukan oleh panitia, tetapi juga dukungan seluruh keluarga besar Tapak Suci dan berbagai pihak yang terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan.
Hadapi Tantangan Teknologi dan Kemandirian
Memasuki periode kepemimpinan baru, Afnan menyebut Tapak Suci menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan memperkuat kemandirian organisasi menjadi dua perhatian utama yang perlu segera direspons.
“Tantangan teknologi informasi dan tantangan kemandirian menjadi perhatian kita ke depan,” katanya.
Perkembangan teknologi, menurut arah tersebut, menuntut organisasi untuk beradaptasi dalam tata kelola, komunikasi, kaderisasi, hingga pengembangan program. Di sisi lain, kemandirian diperlukan agar Tapak Suci mampu memperkuat kapasitas organisasi dan tidak bergantung pada dukungan eksternal.
Agenda penguatan organisasi tersebut juga berkaitan dengan pengembangan sarana pembinaan. Salah satunya melalui pembangunan padepokan Tapak Suci yang diharapkan menjadi pusat aktivitas pembinaan kader, pendekar, dan atlet.
“Pembangunan padepokan banyak yang membantu. Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak,” ungkapnya.
Muktamar Jadi Momentum Konsolidasi
Afnan juga memberikan apresiasi kepada seluruh muktamirin yang mengikuti rangkaian Muktamar ke-16. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan dan konsolidasi keluarga besar Tapak Suci.
“Muktamarnya luar biasa,” tuturnya.
Dengan kembali dipercaya memimpin PP TSPM, Afnan dihadapkan pada agenda untuk melanjutkan program organisasi sekaligus merespons perubahan zaman. Penguatan kelembagaan, kemandirian organisasi, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan kader menjadi bagian penting dari tantangan kepemimpinan periode 2026–2031.
Tapak Suci diharapkan terus memperkuat perannya sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang tidak hanya mengembangkan pencak silat, tetapi juga membentuk kader yang kuat secara fisik dan mental, berkarakter, serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan dakwah Muhammadiyah.