Agus Taufiqurrahman Dorong UMSU Perkuat Kepemimpinan Transformatif Menuju Kampus Unggul
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, mendorong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memperkuat kepemimpinan transformatif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas perguruan tinggi dan menghadapi perubahan global.
Pesan tersebut disampaikan Agus dalam kegiatan Leadership Management Training (LMT) yang diselenggarakan UMSU di Parapat, Sumatera Utara, 7–9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti 152 pimpinan struktural UMSU dari tingkat fakultas, biro, pusat, hingga lembaga.
Agus mengapresiasi inisiatif UMSU menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan bagi jajaran pimpinan kampus. Menurutnya, penguatan kapasitas kepemimpinan menjadi langkah strategis untuk memastikan transformasi UMSU berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
“Jika hari ini UMSU telah menjadi kampus unggul, maka harus ditingkatkan menjadi kampus unggul yang seunggul-unggulnya,” tegasnya.
Menurut Agus, capaian sebagai perguruan tinggi unggul tidak boleh menjadi titik akhir. UMSU perlu terus meningkatkan kualitas kepemimpinan agar mampu membaca perubahan, beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus menggerakkan organisasi secara progresif.
Lima Pilar Penguatan PTMA
Agus menilai kepemimpinan transformatif menjadi salah satu prasyarat penting untuk membawa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
Selain kapasitas pemimpin, ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara PTMA dan ekosistem Muhammadiyah. Menurutnya, terdapat lima pilar yang perlu menjadi perhatian, yakni ideologi, sumber daya manusia, program, aset dan fasilitas, serta jejaring dan kemitraan.
“Sinergi PTMA dengan ekosistem Muhammadiyah menjadi penting agar tumbuh kekuatan besar yang mampu menghadapi berbagai tantangan global,” ujarnya.
Tantangan tersebut mencakup perubahan geopolitik, liberalisasi pendidikan, serta dinamika global yang menuntut perguruan tinggi memiliki tata kelola semakin solid, adaptif, dan terintegrasi.
Dengan demikian, kepemimpinan di lingkungan PTMA tidak cukup hanya berorientasi pada pengelolaan internal. Para pimpinan juga dituntut mampu membangun kolaborasi dan membaca berbagai perubahan yang berpotensi memengaruhi masa depan perguruan tinggi.
Majelis Diktilitbang Dorong Kohesi Kelembagaan
Kegiatan LMT UMSU turut didampingi Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah. Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, mengapresiasi respons UMSU dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut.
Menurut Ahmad, penguatan kapasitas kepemimpinan perlu berjalan beriringan dengan pembangunan kohesi kelembagaan agar seluruh unsur perguruan tinggi bergerak dalam arah yang sama.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun kohesi kelembagaan yang kokoh dan menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan, serta mempercepat transformasi universitas menuju kualitas yang lebih unggul,” ungkapnya.
Kehadiran Majelis Diktilitbang dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Muhammadiyah dalam mendorong peningkatan mutu dan tata kelola PTMA secara berkelanjutan.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari agenda Muhammadiyah untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai instrumen membangun sumber daya manusia sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat.
UMSU Siapkan Pemimpin yang Kolaboratif dan Inovatif
Rektor UMSU, Akrim, mengatakan LMT merupakan bagian dari ikhtiar universitas membangun tim kepemimpinan yang kuat, kolaboratif, dan inovatif.
Pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas individual para pimpinan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dalam menjalankan agenda pengembangan universitas.
“Pelatihan ini diharapkan melahirkan pemimpin transformatif yang mampu bersinergi dan berkolaborasi untuk memperkuat sense of belonging, tanggung jawab, kolaborasi, dan inovasi,” jelasnya.
Menurut Akrim, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi UMSU dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi pada masa mendatang.
Melalui LMT, UMSU berupaya menyatukan visi dan memperkuat koordinasi antarpimpinan agar transformasi kelembagaan dapat berjalan secara kolektif. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UMSU memperkuat daya saing perguruan tinggi dengan tetap berlandaskan nilai Islam berkemajuan.