Bachtiar Dwi Kurniawan: Kebebasan Berekspresi Harus Bertanggung Jawab dan Berkeadaban
TVMU.TV - Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan menegaskan bahwa hak berdemokrasi tidak dapat dijalankan secara serampangan, apalagi jika diekspresikan dengan cara menghakimi, merendahkan, atau cenderung memfitnah pihak lain tanpa dasar yang jelas.
Bachtiar menyampaikan bahwa demokrasi memang menjamin kebebasan warga negara untuk bersuara, berpendapat, dan berekspresi, termasuk melalui seni, komedi, maupun stand up comedy. Namun, kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab moral, etika publik, dan kepekaan sosial agar tidak melampaui batas kewajaran.
“Dalam konteks demokrasi, kebebasan berekspresi tidak boleh melampaui batas hingga merendahkan, mengolok-olok, atau menyudutkan pihak lain, apalagi tanpa dasar data dan informasi yang benar,” ujarnya seperti dikutip dari muhammadiyah.or.id, Sabtu (10/1).
Ia menekankan pentingnya sikap kehati-hatian sebelum suatu isu dijadikan materi komedi atau parodi, terutama jika menyangkut individu, kelompok, atau institusi tertentu. Menurutnya, proses cek dan ricek informasi menjadi keharusan agar ekspresi seni tetap berfungsi sebagai sarana edukasi dan kritik sosial yang mencerahkan.
Bachtiar menyayangkan apabila kebebasan berekspresi kehilangan substansi mendidiknya dan berubah menjadi ajang caci maki atau olok-olok sepihak yang tidak memberi nilai konstruktif bagi kehidupan demokrasi.
“Agama mengajarkan kepada kita untuk tidak mengolok-olok kaum lain. Bisa jadi, mereka yang kita olok-olok justru lebih baik daripada diri kita sendiri,” tambahnya.
Ia menegaskan, Muhammadiyah secara konsisten mendorong praktik demokrasi yang beradab dan berkeadaban, dengan menjunjung tinggi nilai etika, kemanusiaan, serta kemaslahatan bersama dalam setiap bentuk ekspresi di ruang publik. Demokrasi, menurutnya, harus menjadi jalan pendewasaan bangsa, bukan ruang untuk saling menjatuhkan.