Busyro Muqoddas Ajak Kolaborasi dalam Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua

Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas mengajak kolaborasi dalam menghadirkan kemakmuran untuk semua.

Busyro Muqoddas Ajak Kolaborasi dalam Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas dalam Konferensi Pers PP Muhammadiyah untuk agenda Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Kota Yogyakarta, Senin (18/11). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas mengajak kolaborasi dalam menghadirkan kemakmuran untuk semua. Menurutnya, kolaborasi itu dapat dibangun dengan pemerintah, maupun swasta yang lain.

Dia menyampaikan kolaborasi yang dibangun dengan pemerintah dapat dilakukan dengan bidang eksekutif, yudikatif, dan legislatif atau trias politika.

Busyro menilai, ketiga kunci pemegang kekuasaan tersebut masing-masing memiliki masalah yang mendesak untuk segera diselesaikan. Kenyataan tersebut tak dapat dibantah, terlebih dengan mudahnya rakyat dalam mengakses informasi.

“Bahwa Trias Politika itu semuanya sedang mengalami degradasi moral pada titik terendah,” sebut Busyro dalam Konferensi Pers PP Muhammadiyah untuk agenda Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Kota Yogyakarta, Senin (18/11).

Sebagai negara dengan potensi sumber daya alam dan manusia yang besar, Busyro mengatakan Indonesia jika dikalkulasikan dapat menjadi negara yang mandiri dan makmur. Namun kemakmuran itu jauh dari angan karena adanya korupsi.

Oleh karena itu, Busyro mengatakan bahwa Muhammadiyah dalam masalah korupsi dan menghadirkan kemakmuran untuk semua akan senantiasa dan terus konsisten mengembangkan pemikiran, langkah praksis, tidak hanya secara retorik saja.

“Itu Muhammadiyah tidak mungkin sendiri, mesti harus mengajak tiga unsur tadi. Yang kedua mengajak elemen-elemen masyarakat sipil,” lanjutnya.

Selain itu, Busyro meminta kolaborasi juga dibangun dengan institusi pendidikan atau perguruan tinggi. Baginya, langkah kolaboratif tersebut dilakukan dengan cara memperbaiki kinerja-kinerja akademik sebagai pijakan pengambil kebijakan.

Dia berharap pemangku kebijakan perguruan tinggi supaya mengedepankan objektivitas dalam riset, terlebih jika hasilnya digunakan sebagai landasan untuk mengambil kebijakan yang berdampak pada rakyat luas.

Selain dengan perguruan tinggi, Busyro menyebutkan usaha menghadirkan kemakmuran untuk semua yang diinginkan oleh Muhammadiyah juga dapat dikolaborasikan dengan organisasi non pemerintah yang kredibel.

Saksikan Konferensi Pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah