Energi Surya Jadi Solusi Listrik Pesantren di Tengah Hutan Jati

Energi Surya Jadi Solusi Listrik Pesantren di Tengah Hutan Jati
Pemasangan Solar Panel di Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum Kulon Progo merupakan sebuah program hibah energi, hasil kolaborasi program 1000 Cahaya Muhammadiyah, kitabisa.org, dan GreenFaith Indonesia. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum di Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini mulai beralih ke energi terbarukan melalui pemasangan panel surya untuk mendukung aktivitas santri. Program ini merupakan hasil kolaborasi 1000 Cahaya, Kitabisa.org, dan GreenFaith Indonesia yang dilaksanakan pada Senin (6/4/2026).

Pesantren yang berdiri di tengah hutan jati dengan luas sekitar 5.000 meter persegi itu sebelumnya menghadapi keterbatasan akses listrik. Kondisi tersebut kerap mengganggu kegiatan belajar dan ibadah santri, terutama pada malam hari.

“Saat mengaji atau tadarus, beberapa kali santri harus gelap-gelapan,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum, Abdul Fatah.

Lokasi pesantren yang relatif terpencil membuat pasokan listrik dari PLN tidak optimal. Padahal, kebutuhan listrik cukup besar untuk menunjang aktivitas harian, mulai dari penerangan, peralatan dapur, hingga perangkat pembelajaran. Biaya listrik yang dikeluarkan pun mencapai sekitar Rp600.000 per bulan.

Melihat kondisi tersebut, tim 1000 Cahaya yang dipimpin Wakil Direktur Sudarto M. Abukasim datang ke lokasi untuk memasang sistem panel surya sebagai solusi energi alternatif. Sebanyak tiga panel surya dipasang di atap bangunan utama, dilengkapi baterai penyimpanan energi.

Sudarto menegaskan, program ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban biaya operasional pesantren, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan energi bersih.

“Melalui kegiatan pemasangan solar panel di Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum Kulon Progo ini kita belajar bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang penuh kesadaran—mengubah sinar matahari menjadi energi,” ujarnya.

“Dan ini merupakan salah satu upaya menjadikan pesantren sebagai pusat inspirasi menuju masa depan yang mandiri, bersih, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Proses pemasangan panel surya berlangsung relatif cepat, hanya sekitar satu jam, sebelum dilanjutkan dengan instalasi baterai sebagai penyimpan energi. Sistem ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan listrik, terutama saat terjadi pemadaman.

Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, yang turut terlibat dalam program tersebut, menilai penggunaan energi surya menjadi solusi tepat bagi wilayah dengan keterbatasan akses listrik.

“Terima kasih kepada segenap sponsor program yang telah memberikan solar panel kepada Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Operasional GreenFaith Indonesia, Intan Mustikasari, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mempercepat transisi energi berkeadilan di Indonesia.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk platform penggalangan dana, menjadi kunci untuk menghadirkan akses energi bersih bagi komunitas terpencil.

Dengan hadirnya panel surya, pesantren diharapkan tidak hanya mendapatkan pasokan listrik yang lebih stabil, tetapi juga menjadi contoh penerapan energi terbarukan di lingkungan pendidikan berbasis komunitas.