Haedar Nashir Ajak Seluruh Warga Persyarikatan Sukseskan Muktamar Secara Daring

Haedar Nashir Ajak Seluruh Warga Persyarikatan Sukseskan Muktamar Secara Daring
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengumumkankan Muktamar ke-48 akan diselenggarakan di Surakarta, Jawa Tengah, 18-22 November 2022.

Adapun gelaran acara akan dihelat secara blended. Jadi, dalam Muktamar ke-48 nantinya akan dilaksanakan secara daring dan secara luring. Untuk kegiatan luring bakal ditempatkan di beberapa tempat di Surakarta.

Walaupun antusias begitu besar, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak seluruh warga Persyarikatan untuk mensukseskan Muktamar secara daring.

Terlebih, pandemi Covid-19 di Tanah Air belum sepenuhnya selesai meski penanganannya telah menunjukkan tren yang semakin baik dari hari ke hari.

“Bagi warga Persyarikatan, mari kita sukseskan Muktamar ini baik yang daringnya maupun yang luringnya. Tidak usah lagi berpikir, andai kita luring semua, nanti penggembira datang dan lain-lain karena situasi kita masih seperti ini,” ujar Haedar dalam pengajian PCM Taman Tirto, Sabtu (30/4).

Haedar pun menyebutkan, pada Muktamar esok yang hadir secara luring ke Surakarta hanya Ketua dan Sekretaris masing-masing Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Lalu untuk menyemarakkan Muktamar, lanjutnya, masing-masing Pimpinan Muhammadiyah di daerah membuat klaster daring yang tersambung ke Surakarta untuk memfasilitasi warga Persyarikatan yang tidak bisa berangkat langsung ke Surakarta.

“Kalau bulan Juni-Juli itu pandemi melandai, maka dibuka kemungkinan dibuka keseluruhan untuk peserta Muktamar saja yang jumlahnya tiga ribu orang. Itu pun kalau keadaan sudah betul-betul baik dan harus (dimusyawarahkan) lewat Tanwir lagi,” terang Haedar.

Secara umum, Haedar menyebutkan sebagai organisasi modern, seluruh komponen Muhammadiyah telah memiliki kesiapan untuk menggelar Muktamar melalui sistem blended.

Tak lupa, Haedar berpesan agar seluruh warga Persyarikatan yang menjadi penggembira Muktamar mensukseskan sisi daring ini.

“Di Solo kita bergembira, di Yogya kita bergembira, di Papua kita bergembira. Tapi bagaimana kita berartikulasi dengan bergembira di mana saja. Jadi tidak cuntel yang berpikirnya ‘wah sayang ya Muktamar ini kita tidak datang ke Solo’. Nah (kalau mengeluh seperti itu) ini bukan lagi (mindset) milenial digital, tapi masih zaman kolonial,” tutur Haedar.