Lepas Peserta Fun Run Milad UM Bandung, Haedar Nashir Ajak Hidup Sehat Bukan Sekadar Kejar Medali

Lepas Peserta Fun Run Milad UM Bandung, Haedar Nashir Ajak Hidup Sehat Bukan Sekadar Kejar Medali
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat melepas peserta Soekarno-Hatta Fun Run dalam rangka Milad ke-10 UM Bandung di halaman Kampus UM Bandung, Ahad (28/6/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak masyarakat menjadikan kegiatan olahraga sebagai bagian dari budaya hidup sehat, bukan sekadar ajang mengejar prestasi maupun hadiah.

Pesan itu disampaikan saat melepas peserta Soekarno-Hatta Fun Run dalam rangka Milad ke-10 Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Ahad (28/6/2026), di halaman Kampus UM Bandung.

Menurut Haedar, tujuan utama kegiatan lari santai tersebut adalah menghadirkan kegembiraan sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat.

“Kita bangun pagi itu bukti kita ingin berbuat yang terbaik. Waktu subuh itu, apa pun agamanya adalah the first time—waktu angkatan pertama yang terbaik memulai hidup,” ungkap Haedar.

Ia menilai tantangan terbesar masyarakat saat ini adalah semakin berkembangnya pola hidup yang kurang sehat. Perubahan gaya hidup, konsumsi makanan cepat saji (junk food), serta kondisi lingkungan yang semakin terpengaruh perubahan iklim menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

“Lingkungan kita sering tidak sehat, cuaca iklim sudah berubah—climate change, lalu makanan-makanan kita itu karena sering yang kita makan itu junk food, pola hidup kita juga tidak sehat,” katanya.

Haedar juga menyoroti kebiasaan sebagian anak muda yang sering begadang hingga larut malam. Menurutnya, kebiasaan tersebut bertentangan dengan pola hidup yang dianjurkan, termasuk dalam ajaran Islam yang menempatkan malam sebagai waktu beristirahat.

Selain menjadi ajang olahraga, Soekarno-Hatta Fun Run juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan UM Bandung kepada masyarakat. Haedar menyebut UM Bandung merupakan salah satu dari 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) yang terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia menegaskan bahwa kekuatan Muhammadiyah tidak hanya diukur dari jumlah anggotanya, tetapi juga dari kontribusi nyata melalui berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan kemanusiaan yang manfaatnya dirasakan hingga tingkat internasional.

“Maka mahasiswa harus punya pride, serta bagi yang ingin menjadi bagian UM Bandung tidak perlu ragu. Dan universitas-universitas Muhammadiyah ini setara dengan universitas negeri baik di level nasional maupun internasional,” kata Haedar.

Dalam kesempatan itu, Haedar juga memberikan apresiasi kepada peserta dengan menambah hadiah bagi para pemenang, yakni Rp25 juta untuk juara pertama, Rp10 juta bagi juara kedua, dan Rp7,5 juta untuk juara ketiga.

Meski demikian, ia kembali mengingatkan bahwa hadiah bukanlah tujuan utama penyelenggaraan kegiatan tersebut. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan, membangun semangat kebersamaan, serta tetap mematuhi aturan selama mengikuti kegiatan.

“Selamat datang dan bergembira semuanya. Inilah UM Bandung yang akan menjadi universitas masa depan di Jawa Barat dan Indonesia,” tutup Haedar.