Anwar Abbas Ungkap Pesan Sukarno untuk Muhammadiyah: Selamatkan dan Makmurkan Negeri
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, mengingatkan warga Muhammadiyah agar tidak bersikap pasif terhadap persoalan bangsa dan negara. Mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, Anwar menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral dan keagamaan untuk ikut menjaga, mempersatukan, serta memajukan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Anwar Abbas dalam tulisan yang dipublikasikan pada Ahad (21/6), dengan mengulas kembali kedekatan historis antara Sukarno dan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
Menurut Anwar, Sukarno sejak muda banyak belajar dari pemikiran dan ajaran Islam yang dikembangkan KH Ahmad Dahlan. Kedekatan itu membentuk pandangan keislaman sekaligus kebangsaan Bung Karno yang kemudian berpengaruh dalam perjalanan hidup dan kepemimpinannya.
“Baginya (Sukarno) Muhammadiyah yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan itu adalah purification of the mind, rejuvenation of the Islamic creed. Jadi itulah sebabnya, Bung Karno kinthil Kiai Haji Ahmad Dahlan menjadi anggota yang setia kepada Muhammadiyah,” kata Anwar Abbas.
Anwar menjelaskan, salah satu pelajaran penting yang diterima Sukarno dari KH Ahmad Dahlan adalah semangat pemurnian ajaran Islam dan pembaruan pemikiran umat. Menurutnya, bangsa dan agama akan menjadi kuat apabila dibangun di atas cara berpikir yang jernih, terbuka, serta terbebas dari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip ajaran Islam.
Ia menilai pandangan tersebut kemudian berpadu dengan kecintaan Bung Karno terhadap tanah air dan cita-cita membangun Indonesia yang maju, bersatu, dan berdaulat.
“Bagi Bung Karno dan Muhammadiyah, seperti yang dikatakan Mas Badawi, Bung Karno mengabdi kepada negara, supaya negara ini selamat dan bagi warga Muhammadiyah itu adalah suatu ibadah,” ungkap Anwar.
Lebih lanjut, Anwar menegaskan bahwa dalam pandangan Bung Karno, ibadah tidak terbatas pada ritual keagamaan semata. Upaya menjaga persatuan, memakmurkan rakyat, dan menyelamatkan bangsa juga merupakan bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.
Menurutnya, negara dan bangsa merupakan amanah yang harus dijaga bersama oleh seluruh warga negara, termasuk Muhammadiyah sebagai salah satu kekuatan masyarakat sipil terbesar di Indonesia.
“Jadi dari kata-kata Bung Karno ada pesan kuat yang ditinggalkannya yang sangat patut diingat, di mana Bung Karno sebagai Presiden dan warga setia Muhammadiyah meminta agar jangan membiarkan negara, bangsa, dan tanah air ini berjalan sendiri,” pesan Anwar Abbas.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus mengambil peran aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik melalui pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, maupun kontribusi pemikiran untuk kemajuan Indonesia.
Anwar menegaskan, keterlibatan Muhammadiyah dalam membangun bangsa bukan sekadar tugas organisasi, melainkan wujud nyata dari nilai ibadah dan pengamalan ajaran Islam yang berorientasi pada kemaslahatan umat dan kemajuan peradaban.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat keislaman dan kebangsaan yang diwariskan KH Ahmad Dahlan serta dicontohkan Bung Karno tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan bangsa di era modern.