Kurban Lazismu Hadir untuk Penyintas Gempa Flores Timur, Warga Lintas Agama Rasakan Manfaatnya
TVMU.TV - Program Qurbanmu Bahagiakan Sesama dari Lazismu menjangkau masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, bantuan hewan kurban disalurkan untuk membantu warga yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana yang melanda wilayah tersebut beberapa bulan lalu.
Penyaluran kurban dilaksanakan pada Hari Raya Iduladha, 10 Zulhijah 1447 H, dan menyasar masyarakat rentan di kawasan pesisir yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Desa Lamahala Jaya dipilih sebagai salah satu titik prioritas distribusi karena masyarakat setempat masih berada dalam tahap pemulihan pascagempa yang terjadi pada April 2026.
Selain memberikan bantuan pangan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan mempercepat pemulihan sosial masyarakat yang terdampak bencana.
Panitia penyembelihan hewan kurban setempat, Muhidin Mansyur, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Lazismu dan para sohibul kurban kepada warga Desa Lamahala Jaya.
“Terima kasih kami ucapkan untuk Lazismu dan sohibul kurban atas bantuan ini. Pembagian daging kurban tidak terbatas pada warga muslim saja, tetapi warga non-muslim turut merasakan hewan kurban dari Lazismu,” ungkapnya.
Menurut Muhidin, seluruh warga desa merupakan penyintas gempa bumi yang masih berjuang memulihkan kehidupan mereka. Karena itu, kehadiran program kurban menjadi sumber kebahagiaan sekaligus simbol kuatnya solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat yang hidup dalam keberagaman.
“Kami semua bahagia ikut merasakan berkah dari hewan kurban tersebut, dan memperlihatkan eratnya kerukunan antarumat beragama di kawasan timur Indonesia,” lanjutnya.
Bencana gempa yang terjadi sebelumnya tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat terganggunya mata pencaharian mereka sebagai nelayan.
Karena itu, distribusi daging kurban difokuskan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Berdasarkan data panitia lokal, penerima manfaat program meliputi 105 anak yatim, 22 anak piatu, 10 anak yatim piatu, 28 janda, 30 kaum duafa, serta 5 duda yang tersebar di wilayah Desa Lamahala Jaya.
Menariknya, pelaksanaan kurban di desa tersebut juga menerapkan prinsip ramah lingkungan. Panitia membagikan daging kurban menggunakan pembungkus alami berupa daun pisang sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi limbah sekaligus memanfaatkan kearifan lokal yang masih terjaga di masyarakat.
Program kurban Lazismu di Flores Timur menjadi bagian dari upaya pemerataan distribusi manfaat kurban ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, khususnya daerah terdampak bencana dan kawasan terpencil.
Melalui pendekatan kemanusiaan yang inklusif, manfaat kurban tidak hanya dirasakan umat Islam, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kerukunan antarwarga tanpa memandang perbedaan agama.