Haedar Nashir Apresiasi Ranting Ini, Karena Seluruh Penduduknya Warga Muhammadiyah

Haedar Nashir Apresiasi Ranting Ini, Karena Seluruh Penduduknya Warga Muhammadiyah
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir/ Foto: muhammadiyah.or.id..

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir memberikan apresiasi kepada Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tlodas, sebab kampung yang terletak di kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara itu seratus persen penduduknya warga Muhammadiyah.

Selain dari sisi kuantitas, Haedar mengatakan PRM Tlodas mampu membangun masjid yang megah tiga lantai di tengah-tengah kampung dengan anggaran senilai Rp. 4 miliar dari dana swadaya mereka.

Menurut Haedar, dari pembangunan masjid itu terpancar pencerahan dan semangat persaudaraan yang melintas.

“Dari masjid itu harus terjalin persaudaraan, baik persaudaraan seiman, sebangsa, sekampung dan se-organisasi dan lintas organisasi. Tidak boleh warga Muhammadiyah tidak menjalin silaturahmi dengan pihak luar, termasuk lintas iman,” kata Haedar saat meninjau Masjid Al Mujahidin PRM Tlodas, Kamis (29/9).

Pada kesempatan itu, Haedar pun berpesan kepada warga Persyarikatan Tlodas agar dalam beramal, termasuk berzakat selalu dengan bergembira hati.

Meski demikian, ia mengingatkan supaya berzakat tidak boleh secara berlebihan, jangan sampai karena semangat berzakat mengesampingkan urusan lain, hingga melupakan nafkah bagi keluarga.

Haedar menambahkan, bahwa bentuk kerja-kerja amaliah membangun masjid, lembaga pendidikan dan lain sebagainya merupakan bagian dari Jihad fi Sabilillah.

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menilai di era sekarang, jihad bukan dengan mengangkat senjata. Tetapi membantu anak-anak yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk sekolah, sehingga bisa sekolah juga merupakan jihad.

“Jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak bisa belajar karena terkendala urusan biaya. Insyaallah kalau kita bantu bareng-bareng Allah akan membantu memudahkan jalan baik kita,” terang Haedar.

Menurut pandangan Haedar, model implementasi dari perintah jihad seperti itu lebih efektif dalam menjaga keimanan umat Islam, termasuk melalui giat berzakat. Karena, selain menguatkan iman juga akan menguatkan muamalah duniawiyah jamaah Muhammadiyah khususnya, dan umat manusia pada umumnya.

“Mengeluarkan segala kemampuan apa yang segala dimiliki. Itulah semangat Muhammadiyah, yaitu semangat jihad fi Sabilillah tetapi bukan perang. Alihkan jihadnya menjadi jihad fi Sabilillah sehingga bisa menjaga keimanan jamaah, termasuk muamalah jamaah,” sambungnya.

Haedar berharap masjid tidak hanya hanya sebagai tempat untuk interaksi antara manusia dengan Allah SWT. Tapi masjid juga dapat menjadi tempat membangun peradaban, termasuk membangun masyarakat desa.

Dari masjid pula Haedar berharap tempat itu menjadi tempat lahirnya komunitas yang memiliki perhatian luas terhadap kemanusiaan dan lingkungan sebagai implementasi dari semangat Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ).

VIDEO: Meneladani Spirit Intelektual Buya Azyumardi Azra