Haedar Nashir Buka Pengajian Ramadan 1447 H, Tegaskan Penguatan Ideologi Islam Berkemajuan

Haedar Nashir Buka Pengajian Ramadan 1447 H, Tegaskan Penguatan Ideologi Islam Berkemajuan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, resmi membuka Pengajian Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di UMY Dormitory, Jumat (20/2/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, resmi membuka Pengajian Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (20/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi forum konsolidasi ideologis sekaligus penguatan pandangan keislaman bagi seluruh komponen persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Dalam sambutannya, Haedar menegaskan bahwa Pengajian Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkaya dan memperluas wawasan keislaman dalam bingkai Islam Berkemajuan.

“Selama tiga hari kita akan menghadiri pengajian ini untuk memperkaya, memperluas pandangan keislaman kita untuk menggerakkan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam koridornya. Koridor itu penting karena kita berada dalam persyarikatan organisasi kita yang bernama Muhammadiyah,” ujar Haedar.

Ia menekankan pentingnya menjaga koridor persyarikatan sebagai fondasi arah gerakan agar tetap konsisten terhadap ideologi dan cita-cita besar Muhammadiyah. Penguatan akidah yang lurus dan murni, menurutnya, menjadi kunci dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman yang terus berkembang.

Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa tema Pengajian Ramadan tahun ini adalah “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis”.

Menurut Bachtiar, tema tersebut dipilih sebagai ikhtiar strategis untuk memperdalam sekaligus menyempurnakan pemahaman ideologi Muhammadiyah, sehingga penguatan tauhid murni tidak hanya berhenti pada tataran konseptual, tetapi juga terimplementasi dalam praksis gerakan.

“Oleh karena itu, kami sengaja mengambil tema ini sebagai bagian dari ikhtiar di dalam mengisi ruang-ruang kosong yang ada di Muhammadiyah. Sehingga nanti bisa semakin menyempurnakan, semakin menguatkan bangunan paham bersama dan ideologi Muhammadiyah agar lebih utuh dan lebih baik,” ujarnya.

Rektor UMY, Achmad Nurmandi, turut menegaskan pentingnya pengajian sebagai ruang refleksi perjalanan panjang Muhammadiyah sejak sebelum kemerdekaan. Ia menilai kekuatan dan ketangguhan organisasi hingga saat ini merupakan bagian dari identitas kolektif yang dibangun melalui ketekunan, kemandirian, dan soliditas organisasi.

“Untuk membentuk kolektif identitas kita sebagai Muhammadiyah adalah tentang bagaimana kita dalam kondisi sulit tetap bisa berjalan, terorganisir, dan memiliki daya dukung yang kuat. Harapannya, melalui pengajian Ramadan ini semakin banyak publikasi tentang perjalanan Muhammadiyah sehingga kita bisa terus memperkaya ilmu dan mengenal lebih dekat persyarikatan ini,” jelasnya.

Pengajian Ramadan 1447 H ini menjadi salah satu agenda strategis PP Muhammadiyah dalam memperkuat konsolidasi ideologi, memperluas pemahaman tauhid murni, serta meneguhkan komitmen Islam Berkemajuan di tengah dinamika sosial, keagamaan, dan kebangsaan.