Haedar Nashir Hadiri Pengajian Akbar 3.500 Jemaah di Pedalaman Kalimantan
TVMU.TV - Ribuan warga Muhammadiyah memadati halaman Muhammadiyah Boarding School (MBS) Nurul Amin Alabio, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, dalam Pengajian Akbar Milad ke-50 MBS Nurul Amin Alabio sekaligus peringatan 101 tahun Muhammadiyah Alabio, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 3.500 jemaah itu turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. Dalam kesempatan tersebut, Haedar menegaskan bahwa kuatnya akar Muhammadiyah di Alabio menjadi bukti semangat dakwah Persyarikatan yang telah menjangkau berbagai wilayah Indonesia sejak masa sebelum kemerdekaan.
“Saya enggak bayangkan di Alabio sudah ada Muhammadiyah sejak 1925, yang bahkan semua di sini belum lahir. Padahal betapa susahnya kan dari Banjarmasin ke Alabio saat itu,” kata Haedar.
Menurut Haedar, Alabio memiliki nilai historis penting karena menjadi salah satu daerah awal berkembangnya Muhammadiyah di Pulau Kalimantan. Muhammadiyah hadir di Alabio pada 1925, hanya dua tahun setelah wafatnya pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan.
Ia menjelaskan, ekspansi dakwah Muhammadiyah ke luar Pulau Jawa telah berlangsung jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan, setahun setelah berkembang di Kalimantan, Muhammadiyah telah hadir di Papua Selatan pada 1926.
“Itu menunjukkan semangat dari bawah. Kalau ada semangat dari bawah biasanya yang di atasnya juga semangat. Daerahnya hidup, wilayahnya hidup, Pimpinan Pusat juga ikut semangat,” ujarnya.
Haedar juga mendorong Muhammadiyah di Hulu Sungai Utara terus memperluas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, selain mengembangkan sektor pendidikan, Persyarikatan perlu memperkuat layanan kesehatan melalui pendirian klinik hingga rumah sakit.
“Ke depan juga harus punya klinik, syukur kalau bisa punya rumah sakit. Jangan tunggu dari Pusat. Harus bangkit dulu inner dynamic-nya dari dalam. Muhammadiyah itu kan kuat karena itu,” imbuhnya.
Selain menghadiri pengajian akbar, Haedar bersama Bupati Hulu Sungai Utara Sahrujani, Wakil Bupati Hero Setiawan, serta jajaran Muhammadiyah melakukan peletakan batu pertama renovasi Gedung Dakwah Muhammadiyah Alabio sebagai upaya memperkuat pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat di daerah tersebut.
Bupati HSU Sahrujani mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang telah hadir dan berkiprah di daerahnya sejak sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, Muhammadiyah merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan dakwah.
“Kehadiran beliau merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi masyarakat HSU untuk terus membangun pendidikan, memperkuat dakwah Islam, dan meningkatkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah,” ujar Sahrujani.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan Ridhahani Fidzi juga mengajak seluruh elemen Muhammadiyah memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara guna menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.
“Kedepan tentu tantangan semakin besar. Mari kita terus mencetak kader-kader Muhammadiyah yang memiliki semangat tinggi, berilmu, dan berakhlakul karimah,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan wakaf tanah seluas 100 hektare dari H. Abdul Syahid dan lahan seluas 2.550 meter persegi dari Maqdis Pilatia. Kedua aset wakaf itu berada di Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan amal usaha Muhammadiyah di wilayah tersebut.