Muhammadiyah dan Organisasi Pemuda Turki Yedi Hilal Jajaki Kolaborasi Kepemimpinan, Pendidikan, dan Teknologi
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) menerima kunjungan organisasi kepemudaan asal Turki, Yedi Hilal, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang pengembangan kepemudaan, kepemimpinan, pendidikan, kewirausahaan, hingga inovasi teknologi.
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga kepemudaan Muslim dalam menghadapi tantangan global.
Delegasi Yedi Hilal terdiri atas Tarık Ziyd Kanadıkırık dari Marmara University, Ahmet Salih Yıldız dari Sivas Cumhuriyet University, Yusuf Kerem Taştan dari Sakarya University, serta Sekretaris Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki, Nanda Kurniawan.
Kedatangan rombongan disambut Ketua LHKI PP Muhammadiyah Imam Addaruqutni, didampingi Endang Zakaria dan Ai Fatimah. Pertemuan juga dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) serta Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi Yedi Hilal memperkenalkan organisasi yang berdiri di Istanbul pada 2012 sebagai gerakan kepemudaan yang berfokus membentuk generasi berlandaskan ilmu pengetahuan, akhlak, dan nilai-nilai Islam.
Mereka memaparkan sejumlah program unggulan, seperti Seven Beautiful Readings untuk memperkuat tradisi intelektual, Commercial School sebagai wadah pembinaan kewirausahaan, serta berbagai program pengembangan teknologi melalui partisipasi dalam Teknofest, ajang teknologi dan inovasi terbesar di Turki.
Menanggapi paparan tersebut, Ketua LHKI PP Muhammadiyah Imam Addaruqutni menilai kedua organisasi memiliki kesamaan visi dalam membina generasi muda sehingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui program pertukaran pemuda, penguatan kepemimpinan, pendidikan, kewirausahaan, hingga inovasi teknologi yang memberikan manfaat bagi kader di kedua negara,” ujarnya.
Menurut Imam, kerja sama tersebut dapat melibatkan organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Pemuda Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), yang telah memiliki pengalaman membangun jejaring internasional.
Sementara itu, Ai Fatimah menjelaskan bahwa pola pembinaan perempuan yang dijalankan Yedi Hilal memiliki sejumlah kesamaan dengan gerakan perempuan Muhammadiyah melalui ’Aisyiyah.
“’Aisyiyah merupakan organisasi perempuan yang tidak terpisahkan dari Muhammadiyah. Meski memiliki kepemimpinan dan programnya sendiri, ’Aisyiyah berjalan seiring dengan Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Ai menambahkan, dengan struktur organisasi yang mandiri, ’Aisyiyah tetap menjadi bagian integral dari Persyarikatan Muhammadiyah dalam mengembangkan amal usaha dan program pemberdayaan masyarakat.
Selain membahas peluang kerja sama, kedua pihak juga berdiskusi mengenai sistem kaderisasi, struktur organisasi, hubungan organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah, serta strategi menyiapkan generasi muda Muslim yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen untuk terus memperkuat komunikasi dan menjajaki berbagai bentuk kolaborasi. Muhammadiyah dan Yedi Hilal berharap kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan internasional di bidang kepemudaan, pendidikan, pengembangan kapasitas kader, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi kedua negara.