Haedar Nashir Hadiri Peresmian Gedung Purna Yudha Mada LVRI DIY
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menghadiri peresmian Gedung Purna Yudha Mada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (23/09).
Dalam sambutannya, Haedar mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menghayati makna lagu Indonesia Raya sebagai sumber inspirasi dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut dia, Indonesia Raya yang kerap dinyanyikan tidak sekadar simbol kebangsaan, melainkan mengandung pesan-pesan mendalam yang perlu dihayati dan diwujudkan.
Ia membedahnya menjadi tiga nilai utama yaitu tanah air, persatuan, dan pembangunan jiwa dan raga bangsa.
Pertama, kesadaran tentang tanah air. Haedar menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam luar biasa yang dianugerahkan Tuhan, terdiri atas ribuan pulau, bahkan sebagian belum memiliki nama. Namun, merawat tanah air bukan perkara mudah.
“Setiap anak bangsa, baik rakyat maupun elit, harus menyelesaikan urusannya dengan dirinya sendiri jika ingin benar-benar menjadi pandu tanah air. Jika masih ada kepentingan pribadi atau golongan, tanah air kita akan rusak, tergadaikan, dan kehilangan kekuatan untuk memajukan bangsa,” ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa ketulusan merupakan kunci dalam mengabdi kepada tanah air, bukan sekadar mengejar harta atau posisi.
Kedua, makna Indonesia sebagai kebangsaan. Dalam lirik Indonesia bersatu, Haedar melihat pesan bahwa persatuan bangsa harus diwujudkan dengan kerja keras, bukan hanya ucapan.
Haedar mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, serta kepentingan ekonomi dan politik sering kali menjadi tantangan bagi persatuan.
“Sebuah bangsa eksis ketika ada kehendak bersama untuk hidup bersatu. Jika setiap orang memiliki jiwa kenegarawanan, maka konflik dapat dikendalikan, dan persatuan bangsa tetap terjaga,” tutur Haedar.
Ia pun mengajak seluruh warga dan elit bangsa untuk berani membatasi kepentingan ekonomi dan politik demi persatuan Indonesia.
Ketiga, nilai pembangunan bangsa. Pada bagian Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, Haedar menegaskan pentingnya membangun Indonesia secara utuh, baik secara spiritual maupun material.
Menurut dia, pendidikan harus dipadukan dengan nilai-nilai agama, sehingga menghasilkan manusia Indonesia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.
Mengutip pemikiran Soepomo, Haedar menekankan perlunya membangun Indonesia yang “bernawa dan berjiwa,” dengan Pancasila, UUD 1945, serta nilai-nilai luhur budaya dan agama sebagai fondasinya.