LHKI PP Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Perdamaian Lintas Iman Bersama World Meditation Foundation

LHKI PP Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Perdamaian Lintas Iman Bersama World Meditation Foundation
LHKI PP Muhammadiyah mendorong penguatan kolaborasi perdamaian lintas iman saat menerima kunjungan delegasi World Meditation Foundation di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (3/5/2026). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong penguatan kolaborasi perdamaian lintas iman saat menerima kunjungan delegasi World Meditation Foundation di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (3/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat kesadaran, empati, dan jejaring kemanusiaan di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari dinamika sosial hingga perkembangan teknologi.

Sekretaris LHKI PP Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah, menegaskan dialog lintas iman perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun kerja sama kemanusiaan yang lebih luas.

Kunjungan delegasi World Meditation Foundation diterima Yayah Khisbiyah didampingi Wakil Sekretaris LHKI PP Muhammadiyah Fahmi Syahirul Alim, Bendahara LHKI PP Muhammadiyah Puti Hasatusadiyah, serta jajaran LHKI lainnya, yakni Faisal Nurdin dan Bunyan Saptomo.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi World Meditation Foundation memaparkan visi pengembangan praktik meditasi berbasis pendekatan ilmiah. Pendekatan itu diarahkan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental, memperkuat kesadaran diri, serta menumbuhkan kedamaian batin sebagai fondasi masyarakat global yang damai, berwelas asih, dan berkelanjutan.

Perwakilan delegasi, Ven. Miao Hai, menjelaskan bahwa meditasi memiliki peran penting dalam membangun konsentrasi, empati, dan kebijaksanaan. Menurut dia, di tengah dunia yang terus berubah, meditasi dapat membantu manusia menjaga kejernihan batin.

Sementara itu, Bunyan Saptomo menyampaikan bahwa dalam tradisi Islam terdapat praktik spiritual yang memiliki kedekatan makna dengan meditasi, yakni dzikir.

Menurut Bunyan, dzikir tidak hanya berupa pengucapan lafaz tertentu, tetapi juga latihan kesadaran untuk mengingat Allah, menenangkan hati, dan menghadirkan ketenangan batin dalam kehidupan sehari-hari.

LHKI PP Muhammadiyah menilai pertemuan tersebut menjadi ruang dialog lintas iman yang hangat dan produktif. Upaya membangun kesadaran, empati, dan perdamaian dinilai sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan akhlak mulia, kemaslahatan, dan persaudaraan kemanusiaan.

Yayah Khisbiyah juga mendorong agar dialog tidak berhenti pada pertemuan seremonial. Menurutnya, hasil pembicaraan perlu ditindaklanjuti melalui agenda bersama yang relevan dengan isu perdamaian, penguatan spiritualitas, dan pembangunan kesadaran lintas iman.

Di tengah arus globalisasi dan perubahan zaman, LHKI PP Muhammadiyah memandang dialog lintas agama dan budaya semakin penting. Praktik spiritual seperti meditasi, dzikir, dan refleksi diyakini dapat menjadi jalan untuk menumbuhkan manusia yang lebih sadar, berempati, dan berkontribusi bagi perdamaian dunia.