Muhammadiyah Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Mesir, Kuota Beasiswa Al-Azhar Diupayakan Bertambah

Muhammadiyah Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Mesir, Kuota Beasiswa Al-Azhar Diupayakan Bertambah
Muhammadiyah melakukan kunjungan strategis ke Kedutaan Besar Mesir untuk Indonesia sebagai upaya memperkuat kerja sama bilateral di bidang pendidikan, kaderisasi ulama, dan peran global umat Islam, Rabu (29/4/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Muhammadiyah melakukan kunjungan strategis ke Kedutaan Besar Mesir untuk Indonesia sebagai upaya memperkuat kerja sama bilateral di bidang pendidikan, kaderisasi ulama, dan peran global umat Islam. Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu (29/4/2026).

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq Ali Mughni, menyampaikan apresiasi atas hubungan yang telah terjalin lama, khususnya melalui program beasiswa ke Universitas Al-Azhar yang menjadi tujuan utama kader Muhammadiyah.

“Bagi Muhammadiyah, mengirim kadernya untuk studi di Mesir sangatlah penting, terutama untuk kepentingan kaderisasi ulama-ulama dan ahli ilmu syariat di Muhammadiyah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengiriman kader ke luar negeri, khususnya Mesir, turut memperkuat jaringan global Muhammadiyah. Saat ini, Muhammadiyah telah membentuk Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di sekitar 30 negara, termasuk Mesir.

“Peran Muhammadiyah di lingkup global salah satunya diwujudkan melalui PCIM. Saat ini Muhammadiyah memiliki 30 PCIM yang tersebar di penjuru dunia, salah satunya Mesir. Maka ini adalah salah satu komitmen kami untuk berperan aktif dalam usaha-usaha membangun peradaban muslim yang mendunia,” ucap Syafiq.

Dari pihak Mesir, perwakilan Duta Besar, Amr A. Mokhtar, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Mesir selama ini terjalin kuat, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat.

“Kerja sama Indonesia-Mesir adalah kerja sama yang kokoh baik di level pimpinan maupun rakyatnya. Untuk itu, kami ingin merawat kerja sama baik ini, salah satunya juga dengan Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran kader Muhammadiyah di Mesir yang dinilai aktif dalam kegiatan akademik, sosial, dan keagamaan serta mampu menjadi representasi positif Indonesia di kancah internasional.

Sebagai bentuk komitmen konkret, pihak Kedutaan Besar Mesir memastikan kuota beasiswa bagi kader Muhammadiyah yang saat ini berjumlah sekitar 20 orang akan terus diupayakan meningkat.

“Saya sangat salut dengan peran Muhammadiyah baik di level lokal maupun global. Maka saya pastikan kembali bahwa saat ini kuota beasiswa untuk Muhammadiyah adalah 20 dan ke depan kami berjanji agar kuota untuk Muhammadiyah dapat bertambah,” sebutnya.

Selain itu, Kedutaan Besar Mesir juga berencana melakukan kunjungan balasan ke Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta dalam waktu dekat sebagai tindak lanjut penguatan kerja sama.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kedua pihak dalam memperluas kolaborasi pendidikan dan kaderisasi ulama. Ke depan, kerja sama diharapkan tidak hanya terbatas pada beasiswa, tetapi juga mencakup riset, pertukaran akademik, serta penguatan peran umat Islam dalam kancah global.