Kesalehan Sosial Jadi Fondasi Muhammadiyah Mengembangkan Amal Usaha
TVMU.TV - Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, menegaskan bahwa kesalehan sosial merupakan fondasi utama yang membuat Muhammadiyah mampu berkembang dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Hal tersebut disampaikan Fathurrahman saat mengisi Pengajian Rutin Ahad Wage yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Ahad (26/7/2026).
Menurutnya, kemajuan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya individu yang memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh komitmen, keikhlasan, serta kemampuan anggotanya untuk bekerja sama dalam mewujudkan tujuan bersama.
Ia menjelaskan, sekelompok orang yang memiliki kemampuan biasa dapat melahirkan berbagai lembaga pendidikan, masjid, rumah sakit, panti asuhan, hingga layanan sosial apabila dipersatukan oleh visi dan semangat beramal.
“Orang saleh secara individual belum tentu mampu membangun sekolah atau rumah sakit. Akan tetapi, ketika kesalehan itu disambungkan dengan kesalehan orang lain, kemudian dihimpun dan diorganisasikan, lahirlah kekuatan yang mampu melayani umat,” ujar Fathurrahman.
Karena itu, ia menilai kesalehan pribadi harus ditransformasikan menjadi kesalehan sosial agar mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Fathurrahman menjelaskan bahwa proses tersebut berlangsung melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah kesalehan individual, yaitu keimanan, akhlak, dan ketaatan seseorang kepada Allah SWT.
Tahap kedua adalah kesalehan relasional, yakni kemampuan menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui silaturahmi, keteladanan, kepedulian, serta kerja sama dengan sesama.
Adapun tahap ketiga adalah kesalehan institusional, yaitu ketika orang-orang yang memiliki semangat kebaikan berhimpun dalam sebuah organisasi untuk menghadirkan perubahan sosial secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Menurut Fathurrahman, konsep kesalehan institusional inilah yang selama ini menjadi kekuatan Muhammadiyah dalam membangun berbagai Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pelayanan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa AUM merupakan wujud nyata transformasi nilai-nilai keimanan menjadi amal yang memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa.
Melalui penguatan kesalehan sosial, Fathurrahman berharap Muhammadiyah terus mampu memperluas kontribusinya dalam menghadirkan pelayanan yang berkemajuan, memperkuat solidaritas sosial, serta menjawab berbagai tantangan kemasyarakatan di masa depan.