Haedar Nashir Resmikan Gedung KRIS RSI Banjarmasin
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengapresiasi keberhasilan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarmasin membangun gedung baru berkapasitas 20 Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) senilai Rp10 miliar secara swakelola tanpa bergantung pada pembiayaan perbankan. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti kuatnya tata kelola keuangan dan semangat kemandirian yang perlu menjadi teladan bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Apresiasi itu disampaikan Haedar saat meresmikan gedung baru dua lantai RSI Banjarmasin, Jumat (24/7), di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Haedar menilai keberhasilan pembangunan tersebut menunjukkan kemampuan manajemen rumah sakit dalam mengelola keuangan secara sehat sehingga mampu menyediakan dana cadangan untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan.
“Semangat kemandirian ini saya yakin lahir karena kemampuan memanajemen rumah sakit, termasuk memanajemen keuangan sehingga memiliki saving. Ini harus menjadi tradisi yang kuat di Persyarikatan,” ujarnya.
Usai meresmikan gedung KRIS, Haedar juga menyambut baik rencana pengembangan RSI Banjarmasin pada tahap berikutnya. Rumah sakit tersebut akan membangun gedung lima lantai dengan nilai investasi sekitar Rp30 miliar yang akan dilengkapi ruang bedah sentral, Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), serta berbagai fasilitas penunjang pelayanan kesehatan lainnya.
Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa proyek pengembangan berskala besar dapat melibatkan dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan sepanjang direncanakan secara matang dan tetap menjaga kesehatan keuangan rumah sakit.
“Tentu akan kami dukung. Yang penting ada kemampuan menjaga cash flow. Saya percaya karena rumah sakit ini sudah membuktikan mampu mengelola kemandiriannya,” ungkapnya.
Selain aspek manajerial, Haedar mengingatkan bahwa setiap pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah harus diiringi dengan penguatan nilai-nilai spiritual.
“Dalam setiap pembangunan di lingkungan Persyarikatan, jangan pernah melupakan peran langit. Pintu-pintu langit akan terbuka dengan kesungguhan, kegigihan, dan doa,” pesannya.
Sementara itu, Direktur RSI Banjarmasin, drg. Eva Ariyani, menjelaskan pembangunan gedung KRIS dimulai pada Mei 2025 dan rampung pada Juli 2026. Seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara mandiri melalui sistem swakelola oleh Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM).
Menurut Eva, pengembangan rumah sakit akan berlanjut secara bertahap hingga enam tahap pembangunan. Pada tahap kedua, RSI Banjarmasin akan membangun gedung lima lantai dengan memanfaatkan skema pembiayaan yang telah dipertimbangkan secara matang dan sesuai arahan PP Muhammadiyah.
“Ke depan kami akan melanjutkan pengembangan fisik rumah sakit ini secara bertahap hingga mencakup enam tahap pembangunan. Untuk tahap kedua, kami akan membangun gedung lima lantai sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan,” jelasnya.
Eva menambahkan, pengembangan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan RSI Banjarmasin sebagai rumah sakit pendidikan utama Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, seiring persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran.
“Harapannya, RSI Banjarmasin dapat menjadi rumah sakit pendidikan yang mampu mendukung pengembangan pendidikan kedokteran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tandasnya.
Pembangunan gedung KRIS dan rencana ekspansi layanan ini diharapkan semakin memperkuat peran RSI Banjarmasin sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan yang tidak hanya memberikan pelayanan medis berkualitas, tetapi juga menopang pengembangan pendidikan kedokteran dan peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Selatan.