Irwan Akib Ajak Warga Muhammadiyah Teladani Semangat Tokoh Pendahulu
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib mengajak warga Muhammadiyah untuk meneladani semangat para tokoh pendahulu yang berani bermimpi besar meski dalam keterbatasan.
Hal ini disampaikan Irwan dalam tausiahnya dalam acara Hari Ber-Muhammadiyah (HBM) se-Kabupaten Sleman di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohoesodo, Sabtu (20/9).
Ia pun mencontohkan bagaimana pada tahun 1920, saat Muhammadiyah baru berusia kurang dari satu dekade, para tokoh sudah merumuskan visi yang jauh ke depan. Saat itu, dibentuk empat majelis persekolahan, tabligh, pustaka, dan Penolong Kesengsaraan Oemat (PKO).
“Bayangkan, tahun 1920 K.H. Hisyam sudah bercita-cita mendirikan universitas megah, padahal kita belum punya sarjana. Begitu juga K.H. Suja, sudah bermimpi membangun rumah sakit meskipun belum ada dokter,” tutur Irwan.
Cita-cita yang sempat dianggap mustahil itu kini terbukti melahirkan ratusan rumah sakit PKU dan 163 perguruan tinggi Muhammadiyah, termasuk di Malaysia dan Australia.
Irwan menekankan, keberhasilan Muhammadiyah kini adalah buah dari mimpi besar para tokoh pendahulu. Karena itu, warga Muhammadiyah saat ini harus berani memandang ke depan dan tidak hanya berpikir jangka pendek.
“Para pendahulu kita membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dengan semangat itulah amal usaha Muhammadiyah lahir dan berkembang,” ujarnya.
Menurut Irwan Akib, tantangan Muhammadiyah ke depan bukan hanya membangun gedung fisik, tetapi juga membangun kualitas manusia.
Ia mengingatkan pesan seorang kepala desa yang menolak pembangunan masjid di daerahnya dengan alasan jamaahnya masih kosong.
“Jangan sampai kita hanya membangun masjid, tapi tidak membangun manusianya. Muhammadiyah harus hadir membina umat, sehingga masjid terisi dengan jamaah yang aktif,” tegas Irwan.
Selain menekankan pentingnya visi, Irwan juga mengingatkan bahwa perjuangan Muhammadiyah harus dijalani dengan niat tulus dan penuh kesabaran.
“Kalau kita tidak sabar, kita akan terus menggerutu. Padahal perjuangan di jalan Allah memang penuh cobaan,” katanya.
Dia pun menekankan perlunya nilai-nilai fundamental seperti tauhid, istiqamah, keikhlasan, dan kesalehan sosial. Semua itu menjadi fondasi agar Muhammadiyah tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga berdampak bagi kemanusiaan.
“Orang Muhammadiyah bukan hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga memikirkan umat. Kita harus terus menghadirkan kesalehan sosial, sebagaimana dicontohkan Kiai Dahlan dengan teologi al-Ma’un,” terangnya.
Irwan mengajak warga Muhammadiyah untuk terus mengambil inspirasi dari sejarah persyarikatan. Semangat pendiri dan tokoh awal Muhammadiyah yang berani bermimpi besar harus menjadi teladan generasi sekarang.
“Mereka punya impian jauh ke depan, punya semangat berapi-api, meski serba terbatas. Itu yang harus kita warisi agar Muhammadiyah tetap menjadi gerakan yang dinamis dan visioner,” jelasnya.