PCIM Malaysia Perluas Syiar Kurban hingga Menjangkau Masyarakat Lokal

PCIM Malaysia Perluas Syiar Kurban hingga Menjangkau Masyarakat Lokal
Ilustrasi/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Antusiasme masyarakat Indonesia di Malaysia untuk menunaikan ibadah kurban melalui Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia meningkat signifikan pada momentum Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tidak hanya warga Muhammadiyah dan WNI, sejumlah diplomat Indonesia hingga masyarakat lokal Malaysia turut mempercayakan hewan kurbannya kepada panitia kurban Muhammadiyah Malaysia.

Salah satu peserta kurban tahun ini adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Malaysia, Mohammad Iman Hascarya Kusumo. Ia menyerahkan sapi kurban melalui program kurban Muhammadiyah Malaysia yang dipusatkan di Falah Farm Field, Selangor.

Wakil Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia sekaligus Ketua Panitia Ibadah Kurban Muhammadiyah Malaysia 2026, Zeldi Suryady, menyampaikan rasa syukur atas tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program kurban yang dikelola PCIM Malaysia.

“Alhamdulillah, sampai hari ini kami melihat antusiasme warga Muhammadiyah secara khusus dan masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur secara umum sangat luar biasa dalam mempercayakan hewan kurbannya kepada Muhammadiyah Malaysia. Ini menjadi amanah besar bagi PCIM Malaysia,” ujarnya.

Menurut Zeldi, partisipasi Dubes RI dan sejumlah diplomat Indonesia menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus memperkuat hubungan kemanusiaan antara masyarakat Indonesia dan Malaysia.

“Bentuk pengorbanan Bapak Dubes ini bukan hanya ibadah personal, tetapi juga wujud kepedulian dan perekat hubungan sosial bagi masyarakat Indonesia maupun masyarakat Malaysia yang menerima manfaat kurban,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program kurban tahun ini sempat menghadapi tantangan pada awal masa pendaftaran karena jumlah shahibul kurban bergerak lambat. Namun, mendekati penutupan pendaftaran, jumlah peserta meningkat tajam.

“Terus terang, menjadi ketua panitia tahun ini rasanya seperti menonton El Clasico Real Madrid melawan Barcelona, atau derby Persib melawan Persija. Awalnya tegang, harap-harap cemas, terutama menjelang hari H,” ungkapnya.

Selain peningkatan jumlah peserta, PCIM Malaysia juga mencatat perluasan jangkauan syiar kurban. Tahun ini, sejumlah warga lokal Malaysia turut menjadi shahibul kurban dan berpartisipasi dalam program yang diselenggarakan Muhammadiyah Malaysia.

“Ada beberapa warga lokal Malaysia yang ikut menjadi shahibul kurban dan berkontribusi dalam program kurban tahun ini. Tentu ini hasil dari sosialisasi teman-teman yang memiliki jaringan dengan masyarakat lokal,” jelas Zeldi.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat Malaysia menunjukkan dakwah sosial Muhammadiyah semakin diterima lintas komunitas.

“Ini menggembirakan karena syiar kurban menjadi lebih luas, tidak hanya di kalangan WNI atau warga Muhammadiyah, tetapi juga menjangkau masyarakat lokal Malaysia,” tambahnya.

Zeldi juga mengapresiasi dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur terhadap pelaksanaan program kurban tahun ini, khususnya dalam membantu sosialisasi kepada masyarakat Indonesia di Malaysia.

“Kami berterima kasih kepada pihak KBRI karena dukungan yang diberikan sangat membantu panitia. Kedutaan menjadi tempat hilir mudik warga negara Indonesia, sehingga promosi kurban dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara PCIM Malaysia, organisasi masyarakat Indonesia di Malaysia, dan KBRI Kuala Lumpur dapat terus diperkuat pada masa mendatang.

“Mudah-mudahan kerja sama ormas-ormas Indonesia di Malaysia dengan KBRI sebagai induk WNI di Malaysia semakin erat. Semoga pelaksanaan kurban Muhammadiyah Malaysia berjalan lancar dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tutupnya.