Muhammadiyah Terima Audiensi PMPI, Bahas Pendidikan hingga Akses Kesehatan Mahasiswa Palestina

Muhammadiyah Terima Audiensi PMPI, Bahas Pendidikan hingga Akses Kesehatan Mahasiswa Palestina
PP Muhammadiyah menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi Persatuan Mahasiswa Palestina di Indonesia (PMPI) di Kantor PP Muhammadiyah, Selasa (7/7). Foto: Sekretariat PP Muhammadiyah Jakarta/ Nadri.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi Persatuan Mahasiswa Palestina di Indonesia (PMPI) di Kantor PP Muhammadiyah, Selasa (7/7).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penyaluran beasiswa, serta perluasan akses layanan kesehatan bagi mahasiswa Palestina yang menempuh pendidikan di Indonesia.

Audiensi merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi PMPI untuk mempererat kolaborasi kelembagaan sekaligus meningkatkan dukungan terhadap mahasiswa Palestina yang sedang menjalani studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ketua Umum PMPI, Shaker AbuShukor, menyampaikan apresiasi atas komitmen Muhammadiyah yang selama ini konsisten mendukung masyarakat Palestina, khususnya melalui program pendidikan dan kemanusiaan.

Dalam pertemuan tersebut, PMPI menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa Palestina di Indonesia saat ini lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya. Dari jumlah tersebut, enam mahasiswa tercatat sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), dengan sebaran terbanyak berada di wilayah Maluku.

Selain menjalani pendidikan formal, mahasiswa Palestina juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, seperti kursus bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia untuk membantu proses adaptasi para mahasiswa.

PMPI juga menyampaikan harapan agar Muhammadiyah dapat memperluas dukungan di bidang kesehatan. Dengan jaringan rumah sakit Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah, organisasi mahasiswa tersebut berharap adanya kemudahan akses layanan kesehatan bagi mahasiswa Palestina di Indonesia.

Menanggapi hal itu, PP Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan generasi muda Palestina melalui program beasiswa yang dikelola Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.

Program tersebut mencakup pembiayaan kuliah secara penuh serta bantuan biaya hidup bulanan. PP Muhammadiyah juga menyampaikan bahwa kuota beasiswa yang tersedia masih belum terpenuhi sehingga peluang bagi calon mahasiswa Palestina masih terbuka.

Untuk mempermudah proses penyaluran beasiswa, Muhammadiyah menyarankan agar PMPI mengirimkan data calon mahasiswa secara kolektif kepada Majelis Diktilitbang. Selanjutnya, majelis akan mendistribusikan para penerima beasiswa ke berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah sesuai kebutuhan dan ketersediaan.

Terkait usulan perluasan layanan kesehatan, PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa mahasiswa Palestina yang berstatus aktif di Perguruan Tinggi Muhammadiyah telah memperoleh perlindungan fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku di kampus masing-masing. Sementara itu, perluasan bantuan bagi mahasiswa Palestina di luar lingkungan PTM masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Sebagai tindak lanjut audiensi, PP Muhammadiyah meminta PMPI menyampaikan surat resmi yang memuat rincian kebutuhan dan bentuk dukungan yang diharapkan. Dokumen tersebut akan menjadi dasar pembahasan lanjutan guna merumuskan langkah strategis dalam memperkuat akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kesejahteraan mahasiswa Palestina di Indonesia.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam mendukung pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Palestina sebagai bagian dari ikhtiar kemanusiaan dan solidaritas internasional yang telah lama dijalankan Persyarikatan.