Muhadjir Effendy Dorong Lulusan PTMA Miliki Mental Tangguh di Tengah Ketidakpastian

Muhadjir Effendy Dorong Lulusan PTMA Miliki Mental Tangguh di Tengah Ketidakpastian
Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengingatkan para lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) agar tidak cepat merasa puas setelah meraih gelar sarjana. Menurutnya, semangat Surah Al-Insyirah perlu menjadi pegangan dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.

Pesan tersebut disampaikan Muhadjir saat memberikan sambutan pada Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang yang digelar di Dome UMM, Selasa (7/7/2026).

Dalam sambutannya, Muhadjir menyoroti tantangan global yang dikenal dengan istilah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Menurutnya, kondisi tersebut kini menjadi realitas yang dihadapi hampir seluruh negara, termasuk Indonesia.

Ia mencontohkan fluktuasi harga minyak dunia sebagai salah satu bentuk ketidakpastian global yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan.

Karena itu, Muhadjir meminta lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) memiliki daya juang yang tinggi dan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

“Kalian sekarang selesai menjadi wisudawan dan sudah sangat menyenangkan orang tua, ingat harus bangkit untuk menantang pekerjaan yang berikutnya,” ujarnya.

Muhadjir menjelaskan bahwa nilai-nilai dalam Surah Al-Insyirah mengajarkan setiap muslim untuk tetap optimistis karena di balik setiap kesulitan terdapat kemudahan. Selain itu, seseorang juga dituntut untuk segera melanjutkan perjuangan setelah menyelesaikan satu pekerjaan.

Menurutnya, semangat tersebut penting dimiliki para lulusan agar mampu beradaptasi dengan perubahan serta terus mengembangkan kompetensi di tengah persaingan yang semakin ketat.

Selain menguasai ilmu pengetahuan, Muhadjir juga mengingatkan lulusan Muhammadiyah agar tetap menjaga sikap rendah hati. Gelar akademik, katanya, bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Di akhir sambutannya, Muhadjir turut berpesan kepada lulusan Muslim agar menjaga kedisiplinan dalam beribadah. Selain menunaikan salat wajib, ia mendorong para wisudawan untuk membiasakan salat sunah, terutama salat malam, sebagai bekal spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Nonton bola boleh, tapi jangan lupa salat malam. Jadikan salat malam itu setengah kewajiban, walaupun bukan kewajiban,” pesan Muhadjir.