Haedar Nashir Kenang Chamamah Soeratno sebagai Cendekiawan dan Tokoh Besar ’Aisyiyah

Haedar Nashir Kenang Chamamah Soeratno sebagai Cendekiawan dan Tokoh Besar ’Aisyiyah
PP Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Prof. Dr. Chamamah Soeratno, Ketua Umum PP ’Aisyiyah periode 2000–2005 dan 2005–2010, yang meninggal dunia pada Selasa (7/7) pukul 20.13 WIB. Foto: Medkom PP Muhammadiyah.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Prof. Dr. Chamamah Soeratno, Ketua Umum PP ’Aisyiyah periode 2000–2005 dan 2005–2010, yang meninggal dunia pada Selasa (7/7) pukul 20.13 WIB.

Haedar menilai kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah. Menurutnya, Prof. Chamamah dikenal sebagai cendekiawan, pemimpin perempuan, sekaligus penggerak Persyarikatan yang memiliki dedikasi tinggi, keluasan pemikiran, dan kiprah hingga tingkat internasional.

“Kita kehilangan tokoh ’Aisyiyah dan Muhammadiyah yang cendekia serta memiliki spirit tinggi dalam perjuangan Persyarikatan. Beliau selain Guru Besar senior di UGM, juga dikenal sebagai tokoh perempuan yang memiliki keluasan pemikiran dan radius interaksi hingga tingkat global. Beliau bahkan pernah menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mewakili ’Aisyiyah,” ujar Haedar, Selasa (7/7).

Menurut Haedar, Prof. Chamamah merupakan sosok yang hangat dalam pergaulan, tetapi tetap teguh memegang prinsip. Dalam berbagai forum, almarhumah dikenal terbuka terhadap perbedaan pendapat dan selalu menghargai pandangan orang lain, termasuk generasi muda.

“Kami mengenal beliau sebagai figur yang ramah, tetapi tegas dalam pendirian dan pandangan. Diskusi dengan beliau selalu berlangsung penuh semangat, namun tetap sangat menghargai perbedaan pendapat. Kepada generasi muda pun Prof. Chamamah selalu menunjukkan rasa hormat dan tidak segan menerima pandangan maupun masukan,” tuturnya.

Haedar mengatakan kepemimpinan Prof. Chamamah dibangun di atas fondasi keilmuan yang kuat, jejaring yang luas, serta semangat pengabdian yang konsisten untuk memajukan ’Aisyiyah dan Muhammadiyah. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, layak menjadi teladan bagi generasi penerus Persyarikatan.

“Pengkhidmatannya penuh untuk memajukan ’Aisyiyah. Bagi para pimpinan ’Aisyiyah generasi setelah beliau, penting untuk belajar tentang kegigihan, spirit berkhidmat, keluasan pergaulan, serta yang terpenting terus memperluas ilmu dan pemikiran. Itulah kekuatan yang sangat berharga bagi seorang pemimpin penggerak Persyarikatan,” ungkap Haedar.

Selain dikenal sebagai mantan Ketua Umum PP ’Aisyiyah, Prof. Chamamah Soeratno juga merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, serta gerakan perempuan berkemajuan di Indonesia.

Menutup pernyataannya, Haedar mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga almarhumah Prof. Chamamah Soeratno husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala kesalahannya, dan dianugerahi tempat di surga dalam rida Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran, serta jejak kebaikan dan perjuangan almarhumah dapat dilanjutkan oleh keluarga dan generasi muda yang mencintai ilmu serta pengkhidmatan dakwah di jalan Allah,” tutupnya.