Muhammadiyah Perkuat Perkaderan Global, Kader PCIM Disiapkan Jadi Pemimpin Persyarikatan Masa Depan

Muhammadiyah Perkuat Perkaderan Global, Kader PCIM Disiapkan Jadi Pemimpin Persyarikatan Masa Depan
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan dalam acara Coaching Instruktur Pendamping Perkaderan yang digelar secara daring, Kamis (2/7/2026). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus memperkuat sistem perkaderan bagi kader di luar negeri melalui Coaching Instruktur Pendamping Perkaderan yang digelar secara daring pada Kamis (2/7/2026).

Program ini menjadi bagian dari strategi Muhammadiyah menjaga kesinambungan kaderisasi sekaligus memperkuat jejaring dakwah global di kalangan kader yang menempuh studi, bekerja, maupun menetap di berbagai negara.

Kegiatan tersebut diikuti kader-kader Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dari kawasan Asia Pasifik dan Mediterania, antara lain Maroko, Libya, Mesir, dan Thailand.

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, mengapresiasi komitmen para kader yang tetap aktif mengikuti proses perkaderan di tengah aktivitas mereka di luar negeri.

“Kalian semua adalah the chosen people, orang-orang terpilih yang senantiasa ingin hidupnya bermanfaat. Kami di MPKSDI sangat menyambut baik inisiatif ini agar napas dakwah kita tetap terkoneksi, sinergis, dan integratif antara Muhammadiyah di Indonesia dan di mancanegara,” ujar Bachtiar.

Menurutnya, perkaderan merupakan instrumen strategis untuk mentransmisikan visi, nilai, dan cita-cita Muhammadiyah kepada generasi penerus. Melalui proses tersebut, kesamaan perspektif, budaya organisasi, serta identitas gerakan Muhammadiyah dapat terus terjaga, baik di dalam maupun luar negeri.

Bachtiar menjelaskan, kader PCIM memiliki dua peran strategis. Pertama, menjadi duta dakwah yang memperkenalkan konsep Islam Berkemajuan kepada masyarakat internasional sebagai Islam yang moderat, modern, inklusif, dan membawa rahmat bagi semesta.

Kedua, kader Muhammadiyah di luar negeri diharapkan mampu menjadi jembatan peradaban yang menghubungkan Persyarikatan dengan komunitas global melalui penguatan jejaring internasional, termasuk membangun kolaborasi lintas iman untuk kepentingan kemanusiaan.

Ia meyakini pengalaman internasional yang dimiliki kader akan menjadi modal penting dalam memperkuat kepemimpinan Muhammadiyah di masa mendatang.

“Saya optimistis, 10 hingga 20 tahun yang akan datang, ketika kalian kembali ke Indonesia, kalianlah yang akan memimpin dan menghebatkan Muhammadiyah serta ’Aisyiyah,” tegas Bachtiar.

Menutup kegiatan tersebut, Bachtiar mengajak seluruh kader Muhammadiyah yang berada di berbagai negara untuk terus mempererat silaturahmi dan aktif berpartisipasi dalam Muktamar Muhammadiyah mendatang di Medan. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas jejaring kader Muhammadiyah di tingkat global.

Program coaching ini merupakan bagian dari komitmen MPKSDI PP Muhammadiyah dalam menyiapkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan global, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagai fondasi gerakan Muhammadiyah di masa depan.