Majelis Dikdasmen PNF Perkuat Implementasi Kurikulum ISMUBA 2024 di Madrasah Ibtidaiyah melalui Diskusi Nasional
TVMU.TV - Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus memperkuat implementasi Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah 2024 melalui diskusi nasional bertajuk “Pembelajaran Materi Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah”. Kegiatan yang digelar secara daring pada Rabu (1/7/2026) itu diikuti ratusan kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.
Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan penerapan mata pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (ISMUBA) di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah agar berjalan sesuai arah Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah 2024.
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, menegaskan bahwa ISMUBA merupakan ciri khas sekaligus keunggulan pendidikan Muhammadiyah yang telah diwariskan sejak organisasi ini berdiri.
“Melalui Al-Islam, peserta didik dibekali nilai-nilai keimanan, ibadah, dan akhlak. Melalui Kemuhammadiyahan, mereka diperkenalkan kepada sejarah, ideologi, dan gerakan Islam Berkemajuan. Ketiga, yaitu Bahasa Arab yang juga menjadi sarana untuk memahami sumber ajaran Islam secara lebih mendalam,” jelas Didik.
Menurutnya, ISMUBA tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran, tetapi juga menjadi instrumen kaderisasi, pembentukan karakter, serta penguatan identitas Muhammadiyah di lingkungan sekolah.
“Maka dari itu tidak berlebihan jika banyak orang tua yang memilih sekolah Muhammadiyah yang tak hanya mengajarkan anak-anak cerdas secara akademik, tapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, Tim ISMUBA Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah yang terdiri atas Bagus Mustakim, Nurhuda Kurniawan, Dr. Iwan Junaedi, serta tim penyusun kurikulum dan buku ajar lainnya memaparkan arah pengembangan pembelajaran ISMUBA di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah.
Para narasumber menjelaskan bahwa materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan disusun berdasarkan Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah 2024 yang mengintegrasikan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran (ATP), hingga penyusunan buku ajar secara terpadu. Kurikulum tersebut juga mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3211 Tahun 2022 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Kurikulum Merdeka untuk Madrasah.
Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai struktur pembelajaran yang mencakup Akidah, Akhlak, Adab, Kisah Keteladanan, Fikih, Al-Qur’an Hadis, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab. Seluruh materi dirancang secara sistematis untuk mendukung pembelajaran mendalam (deep learning) sekaligus membentuk karakter pelajar berkemajuan.
Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah juga memperkenalkan desain terbaru buku ajar ISMUBA. Buku tersebut dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, intisari materi, teks pemantik, aktivitas awal, pendekatan pembelajaran, materi inti, aktivitas proses, penguatan profil pelajar berkemajuan, rangkuman, uji kompetensi, pengayaan, hingga refleksi. Model tersebut diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, menyenangkan, dan berorientasi pada penguatan karakter Islami.
Melalui forum ini, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah juga membuka ruang dialog bersama para kepala madrasah untuk menghimpun berbagai masukan terkait implementasi pembelajaran ISMUBA di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah. Hasil diskusi akan menjadi bahan penyempurnaan perangkat pembelajaran sekaligus memperkuat keselarasan antara kurikulum, buku ajar, dan praktik pembelajaran di seluruh satuan pendidikan Muhammadiyah.