Haedar Nashir Resmikan Muhammadiyah Sapen Universal School, Targetkan Jadi Sekolah Berstandar Internasional

Haedar Nashir Resmikan Muhammadiyah Sapen Universal School, Targetkan Jadi Sekolah Berstandar Internasional
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Sabtu (4/7/2026). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Sabtu (4/7/2026). Sekolah yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, tepatnya 13 Juli 2026, itu diproyeksikan menjadi tonggak baru pengembangan pendidikan Muhammadiyah berstandar internasional.

Peresmian MSUS turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ikhwan Ahada, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq, serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul.

Dalam sambutannya, Haedar Nashir mengatakan MSUS merupakan pengembangan dari SD Muhammadiyah Sapen yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah dasar unggulan di Indonesia. Berbeda dengan sekolah induknya, MSUS hadir dengan konsep kelas internasional sekaligus menjadi arah baru pengembangan pendidikan Muhammadiyah.

Menurutnya, pendirian MSUS juga bertujuan menambah daya tampung peserta didik. Selama ini, tingginya minat masyarakat membuat SD Muhammadiyah Sapen menerima pendaftar jauh melebihi kapasitas setiap tahun.

Lebih dari itu, Haedar menilai kehadiran MSUS merupakan respons Muhammadiyah terhadap tantangan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pendidikan berkualitas, kata dia, menjadi salah satu kunci untuk mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“SD Muhammadiyah Sapen ini bagian dari usaha fastabiqul khairat, untuk bangkit menjadi sekolah unggulan bukan hanya di Indonesia, tapi nanti bisa berlevel ASEAN, bahkan berlevel internasional,” ungkap Haedar.

Ia menegaskan, pendidikan di lingkungan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan iman, dan akhlak peserta didik secara seimbang.

Haedar juga menekankan bahwa meskipun mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab negara sebagaimana diamanatkan konstitusi, organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

“Maka diperlukan ormas-ormas swasta yang tidak sekadar swasta, tetapi kita punya tanggung jawab kebangsaan. Mungkin kalau swasta saja itu berpikir hanya soal kapital. Kami tidak berpikir soal kapital, kami berpikir soal tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu komitmen Muhammadiyah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pendirian Muhammadiyah Sapen Universal School. Menurutnya, kehadiran MSUS menjadi bukti komitmen Muhammadiyah DIY dalam memperkuat kualitas pendidikan.

Ia berharap MSUS mampu menjadi pemantik bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya di DIY untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan pendidikan.

“PWM DIY meski hanya dengan lima PDM, 87 PCM, tentu relatif lebih sedikit dibanding dengan PWM-PWM yang lain. Namun kami punya tekad, PWM DIY small beautiful, but powerful,” kata Ikhwan.

Muhammadiyah berharap MSUS mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing global, serta memiliki karakter Islami yang kuat. Kehadiran sekolah berkelas internasional ini juga diharapkan memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai salah satu penyelenggara pendidikan swasta terbesar di Indonesia yang terus berinovasi menjawab tantangan pendidikan masa depan.