Izzul Muslimin: Pesantren Tak Boleh Meredup, Harus Terus Berkembang
TVMU.TV - Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, menegaskan bahwa pesantren harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul, relevan, dan berkelanjutan.
Pesan itu disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam peringatan Milad ke-40 Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ’Aisyiyah Sulawesi Selatan di Lapangan Indoor Pondok Pesantren Ummul Mukminin, Makassar, Ahad (28/6).
Menurut Izzul, usia 40 tahun merupakan fase penting dalam perjalanan sebuah institusi. Pada tahap tersebut, lembaga pendidikan tidak boleh mengalami kemunduran, tetapi justru harus memperkuat kualitas dan kontribusinya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Harapan kita setelah 40 tahun, Ummul Mukminin bukan justru meredup, tetapi semakin berkembang, semakin berjaya, dan semakin maju,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Izzul menjelaskan bahwa keberlanjutan pesantren ditentukan oleh sedikitnya empat faktor utama. Pertama, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial, teknologi, dan pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama.
Kedua, membangun tata kelola kelembagaan yang profesional dan sehat. Menurutnya, kepemimpinan pesantren harus adaptif, terbuka, partisipatif, serta mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan.
Faktor ketiga ialah menyiapkan regenerasi kepemimpinan secara berkelanjutan. Ia menilai keberhasilan sebuah lembaga sangat bergantung pada kemampuannya mencetak kader penerus yang kompeten, berintegritas, dan memiliki pengalaman kepemimpinan.
Adapun faktor keempat adalah kemampuan mengelola konflik secara bijaksana. Izzul menekankan bahwa setiap organisasi pasti menghadapi dinamika internal sehingga diperlukan mekanisme penyelesaian konflik yang sehat agar tidak menghambat kemajuan lembaga.
Selain membahas strategi pengembangan pesantren, Izzul juga mengulas makna nama “Ummul Mukminin” yang terinspirasi dari keteladanan Sayyidah Khadijah. Menurutnya, nama tersebut mengandung cita-cita besar untuk melahirkan perempuan Muslim yang beriman, berilmu, tangguh, dan mampu melanjutkan perjuangan dakwah Islam.
“Pemilihan nama Ummul Mukminin bukan sekadar nama, tetapi merupakan cita-cita besar untuk melahirkan perempuan-perempuan beriman, cerdas, dan mampu menjadi pelanjut perjuangan dakwah Islam,” katanya.
Pada kesempatan itu, Izzul juga mengapresiasi perkembangan Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin selama empat dekade terakhir. Ia menilai peningkatan jumlah santri dari 17 orang pada masa awal berdiri menjadi sekitar 1.200 santri saat ini mencerminkan keberhasilan kaderisasi, tata kelola kelembagaan, dan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pesantren.
Ia berharap Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin terus melahirkan kader-kader terbaik bagi ’Aisyiyah dan Muhammadiyah, sekaligus berkontribusi lebih luas dalam dakwah dan kemanusiaan.
“Mudah-mudahan Ummul Mukminin dapat terus melahirkan kader-kader ’Aisyiyah terbaik dan luar biasa. Menjadi pelopor dakwah Islam, dakwah Muhammadiyah, bahkan hingga dakwah kemanusiaan di seluruh penjuru dunia,” pungkasnya.